Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

2 min read

Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Sistem DFT Hidroponik .

Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan


Hidroponik atau hydroponic berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah.

Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles.

Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan.Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata, yaitu:Paprika , Tomat ,Selada.

Selain jenis tanaman itu, banyak lagi yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik apabila dilakukan hanya pada kegiatan hobi saja.

Salah satunya hidroponik adalah DFT ataupun sistem deep flow technique yang membutuhkan pasokan listrik yang cukup, yang nantinya digunakan buat mensirkulasikan air ke dalam talang- talang pipa.

Air yang terdapat diputar dengan memakai pompa serta buat mengirit pemakaian listrik, kita bisa menggunakan timer buat mengendalikan waktu hidup serta mati pompa.


Prinsip kerja Sistem DFT Hidroponik

Prinsip dasar Hidroponik Sistem Deep Flow Technique( DFT) sesungguhnya tidak susah. Sebab memakai sistem hingga ingin tidak ingin kamu menekuni sistem serta metode hidrponik mengalir.

Sistem DFT ialah dengan mensirkulasikan larutan nutrisi tumbuhan secara selalu sepanjang 24 jam pada rangkaian aliran tertutup.

Baca Juga:  Sistem NFT Hidroponik : Pengertian, Sistem Kerja, Kelebihan dan Cara Penerapannya

Idealnya terbuat dengan memakai media datar semacam talang air yang persegi, permukaan yang rata hendak membuat air nutrisi mengalir secara menyeluruh pula.

Hendak namun Kamu dapat pula mengenakan pipa paralon, cuma saja yakinkan Kamu menyambungnya dengan sambungan L, apabila mengenakan Pokshok Kamu sudah membuat hidroponik DFT.

DFT ataupun Deep Flow Technique merupakan salah satu sistem tanam dalam hidroponik yang memakai genangan pada instalasi serta memakai perputaran dengan aliran pelan.

Sistem ini memakai listik bagaikan penggerak pompa supaya bisa dengan gampang mensirkulasi nutrsi ke segala pangkal tumbuhan.

DFT nyaris sama dengan sistem NFT ialah mensirkulasi tetapi, pada sistem ini instalasi yang digunakan tidak memakai kemiringan.

Wujud instalasi pada DFT datar sehingga bisa mempertahankan air nutrisi buat menggenang. Ketinggian air nutrisi yang menggenang di dalam instalasi dekat 4– 6 centimeter.

Tingginya air nutrisi bisa pula memakai dimensi¼ dari pipa yang digunakan.Tipe tumbuhan yang bisa ditanam memakai sistem ini beragam, mulai dari sayur- mayur daun, sayur- mayur buah serta bunga.

Sayur- mayur daun yang biasa ditanam memakai sistem ini semacam selada, pakcoy, kangkung, sawi, basil, seledri dan lain lain.

Sayur- mayur buah yang umumnya memakai sistem DFT semacam mentimun, melon, semangka serta buat bunga merupakan bunga kol.

Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan Kekurangan Sistem DFT Hidroponik

  • Kelebihan dari DFT ini merupakan:
    • DFT memerlukan listrik 24 jam ataupun dapat kurang dari 24 jam
    • Dikala listrik padam tumbuhan masih dapat dalam keadaan nyaman sebab terdapat genangan nutrisi.
    • Perkembangan lebih maksimal sebab faktor hara nutrisi lebih tercukupi.
    • Tumbuhan yang memakai sistem DFT mempunyai usia panen yang lebih kilat.
    • Hasil panen tumbuhan bisa lebih seragam.
    • Perawatan serta pemeliharaan lebih gampang.
  • Kekurangan sistem DFT ini merupakan:
    • Tumbuhan bisa kekurangan oksigen terlarut sehingga membuat perkembangan tumbuhan tersendat.
    • Efek busuk pada pangkal tumbuhan sebab jumlah air yang sangat banyak.
    • Bisa terjalin endapan pada pipa menimbulkan banyak permasalahan yang mencuat.
    • Lebih banyak membutuhkan nutrisi
    • Tumbuhan yang terserang virus, jamur, hama serta penyakit hendak tersebar dengan kilat.
Baca Juga:  Cara Menanam Pohon Jarak : Pembibitan, Pengolahan Lahan, Penanaman, Perawatan dan Pemanenan

Demikian ulasan mengenai Sistem DFT Hidroponik : Pengertian, Prinsip Kerja, Kelebihan dan Kekurangan , yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah – mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.