Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan

4 min read

Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan

Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Tebu dari mulai persiapan lahan, pembibitan, pembibitan, penanaman, sampai pemanenan.

Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :

Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan


Tebu( Saccharum officinarum) ialah salah satu tumbuhan yang jadi kebutuhan warga hingga dikala ini. Mulai dari pangkal hingga ujung batang.

isi gulanya yang berkisar 20% mempunyai banyak khasiat ialah dapat menciptakan produk utama berbentuk gula pasir.

Terlebih dengan bertambahnya penduduk, kenaikan pemasukan, serta bertambahnya industri yang membutuhkan gula pasir bagaikan bahan olah bermacam tipe santapan.

Perihal ini wajib diimbangi dengan perbanyak budidaya tumbuhan tebu yang jadi kesempatan menjanjikan untuk siapa saja, paling utama petani yang mempunyai lahan sendiri.


Langkah Budidaya Tebu

Ada pula 5 langkah gampang budidaya tebu yang butuh kalian coba ialah:

Iklim dan Kondisi Cuaca

Sifat iklim berkaitan dengan penyebaran curah hujan. Pada dasarnya, tumbuhan tebu memerlukan air pada masa vegetatifnya sehingga curah hujan bulanan yang sempurna merupakan 200 milimeter/ bulan.

Tebu sesuai ditanam di dataran rendah dengan temperatur maksimal dekat 24- 300C.

Kecepatan angin tidak lebih dari 10 kilometer/ jam supaya menjauhi tumbuhan besar yang roboh serta berkurangnya rendemen( besar kecilnya isi gula di dalam batang tebu).

Persiapan Lahan Budidaya Tebu

Saat sebelum budidaya tebu dicoba, lahan wajib dipersiapkan. Yakinkan tanah telah penuhi ketentuan perkembangan dengan pH antara 5, 7- 7.

Sistem pengolahan lahan yang biasanya dipakai merupakan Reynoso. Prinsip sistem tersebut membuat got- got buat pembuangan serta penampungan air serta lebih pas buat kriteria lahan sawah.

Langkah awal mulanya merupakan membolak- balikkan tanah dengan metode pembajakan supaya gembur serta hawa bisa masuk dengan baik. Sehabis itu, membuat got ataupun parit supaya pembuangan air bisa mudah.

Bersumber pada pengolahan tanah, panjang got serta jumlah lubang per hektar bisa diperkirakan bagaikan berikut:

  • Got keliling: lebar 60 centimeter kedalaman 90 cm
  • Got mujur: lebar 60 centimeter kedalaman 80 cm
  • Got malang: lebar 50 centimeter kedalaman 70 cm
  • Lubang tanam: lebar 40 centimeter kedalaman 30 cm

Persiapan Bibit

Berkaitan dengan pembibitan, saat ini petani tidak butuh bersusah payah mendapatkannya. Umumnya, bibit telah disediakan oleh pemerintah serta banyak pabrik gula yang telah sediakan buat para petani yang bekerja sama.

Baca Juga:  Cara Merawat Pohon Mangga Yang Sedang Berbunga

Kriteria bibit wajib mempunyai kualitas yang baik supaya menciptakan rendemen yang besar.

Bibit tebu yang baik yakni yang mempunyai energi berkembang 90%, tingkatan kemurnian95%, batang wajar cocok varietas, serta dalam keadaan sehat.

Macam- macam bibit tebu adalah sebagai berikut:

  • Rayungan, bibit yang mata tunasnya sudah berkembang. Sesuai buat perairan yang lumayan.
  • Bagal, bibit yang mata tunasnya belum berkembang. Sesuai ditanam di lahan sawah ataupun tegalan.
  • Lonjoran, bibit yang belum dipotong- potong jadi stek.
  • Beberan, bibit bagal yang disemaikan terlebih dulu hingga keluar tunasnya.
  • Bibit pucuk, bibit yang diambil dari ujung batang dengan 2- 3 ruas.

Penanaman

Sehabis bibit tebu telah siap tanam, kita butuh memastikan waktu tanam. Dalam budidaya tebu, waktu tanam yang pas merupakan pada bulan Mei, Juni, serta Juli.

Perihal ini diakibatkan sebab usia tebu dekat 12 bulan bersamaan dengan tahun selanjutnya dimana pabrik gula lagi giling.Bibit yang telah siap tanam wajib diletakkan cocok dengan jenisnya.

Bila menanam bibit rayungan, hingga wajib diletakkan dengan posisi miring. Tidak hanya bibit rayungan, diletakkan dalam posisi mendatar dengan mata tunas di samping. Setelah itu, bibit ditutup tanah supaya tidak beralih.


Pemeliharaan Tebu

Berikut ini merupakan pemeliharaan yang wajib kita jalani buat menunjang perkembangan tebu.

Penyulaman

Bibit tebu yang berusia 1 minggu sehabis tanam wajib ditukar dengan bibit baru bila tidak berkembang ataupun mati. Penyulaman kedua dapat dicoba pada dikala usia 4 minggu sehabis penyulaman kedua.

Pemberian air

Tumbuhan tebu membutuhkan air yang lumayan sepanjang 4- 5 bulan masa pertumbuhannya. Sehabis usianya tua, hingga terus menjadi sedikit air yang hendak diperlukan.

Penyiraman dicoba tiap 3 hari sekali hingga tumbuhan berusia 2 minggu. Dikala tumbuhan tebu menggapai 2- 4 minggu, penyiraman jadi 2 kali seminggu.

Waktu tumbuhan berusia 4- 6 minggu, penyiraman dicoba seminggu sekali. Terakhir, usia 6- 16 minggu, penyiramannya jadi sebulan sekali.

Bila waktu tanamnya dekat bulan Juni, hingga bersamaan sehabis 16 minggunya, telah masuk masa penghujan sehingga tidak butuh melaksanakan penyiraman lagi.

Pemeliharaan Got

Tujuan sesi ini ialah buat melindungi drainase senantiasa baik. Kegiatannya ialah berbentuk kebersihan got, revisi bilik got yang rusak, serta pendalaman got.

Pembumbunan

Sesi ini ialah penumpukan tanah terhadap masing- masing lubang tanam yang sudah terbuat.Pembumbunan dicoba 4 kali ialah pada dikala usia 1 bulan. Berikutnya, yang kedua tumbuhan tebu berusia 2- 2, 5 bulan serta yang ketiga usia 3- 3, 5 bulan.

Pembumbunan terakhir ialah pada dikala tumbuhan usia 4- 5 bulan.

Perihal ini butuh dicoba sebab tumbuhan tebu yang terus menjadi besar serta buat melindungi bagian batang dasar hingga pangkal senantiasa kokoh menopang tumbuhan.

Pemupukan

Terdapat 4 perihal berarti yang wajib dicermati dalam pemupukan supaya tumbuhan tebu memperoleh faktor hara yang cocok serta penyerapan yang pas dan efektif.

Baca Juga:  Kandungan Alpukat Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tipe pupuk, dosis pupuk, waktu pemupukan, serta metode pemupukan wajib dicoba secara pas.

Pupuk yang digunakan wajib memiliki faktor N, P, serta K. faktor N dapat diperoleh dari pupuk ZA serta urea. Faktor P didapat dari pupuk TSP serta faktor K dapat diperoleh dari pupuk KCl serta ZK.

Buat pupuk TSP, hendaknya diberikan saat sebelum penanaman. Triknya, buatkan lubang pupuk dengan kedalaman yang sama dengan jarak tumbuhan tebu.

Misal, 10 centimeter lubang buat pupuk, hingga jarak pemberian pupuk wajib 10 centimeter dari tumbuhan.Dosis pupuk wajib mencermati ketentuan yang terdapat di kemasan ataupun ketentuan wadahnya.

Penyiangan

Pembersihan gulma ataupun tumbuhan pengganggu dapat dicoba dengan tenaga manusia serta bahan kimia. Bila memakai tenaga manusia, wajib dibersihkan 4 kali dengan selang waktu 3 minggu sehabis tanam.

Tidak hanya itu, bahan kimia yang dipakai merupakan herbisida dengan komposisi Diuron 3 kilogram ataupun Gesapax 3 kilogram, ditambahkan 2, 4- D Garam Amida 1, 5 liter yang dilarutkan dalam 1 liter air. Itu merupakan dosis buat kebutuhan 1 ha.

Penyiangan tidak cuma pembersihan gulma, namun pula pengelupasan daun kering yang diucap klentek.

Pengklentekan mempunyai tujuan supaya merendahkan kelembaban serta meringankan beban tumbuhan sehingga tumbuhan tidak roboh.

Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan

Hama serta Penyakit Tebu

Hama ialah hewan pengganggu tumbuhan dengan metode menghirup ataupun memakan bagian tumbuhan.

Buat menghindarinya, bisa dicegah dengan menanam varietas tebu tahan lama, kebersihan kebun terjamin, serta rotasi tumbuhan.

Penyakit tebu ialah kendala yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang merugikan serta bisa membatasi perkembangan tumbuhan.

Metode buat mencegahnya ialah dengan menanam varietas tebu tahan penyakit, memilah bibit yang sehat, sterilisasi pisau pemotong bibit, pemberian nematisida waktu pengolahan lahan.

Apabila tumbuhan terlanjur terserang penyakit, hendaknya potong bagian serta segala tumbuhan setelah itu terbakar supaya tidak menulari tumbuhan tebu yang lain.


Pemanenan Tebu

Proses pemanenan umumnya dicoba dikala merambah bulan kering ialah dekat bulan 4 hingga bulan 10.

Buat memanen tebu, kita bisa menggali serta menghasilkan tanah di dekat tumbuhan tebu dengan kedalaman dekat 20 centimeter.

Bila kita mau menanam kembali tebu, hingga tinggalkan 3 ruas pada bagian batang tebu. Bila tidak, hingga kita dapat mencabutnya hingga bagian pangkal.

Dikala memanen, buang bagian pucuk dari tumbuhan tebu serta ikat batang- batang tebu yang dipanen jadi satu( umumnya dekat 20- 30 batang).

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Tebu : Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman, Hama dan Pemanenan , yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah – mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.