Cara Menanam Markisa Menurut Ilmu Pertanian (Berkebun)

3 min read

Cara Menanam Markisa Menurut Ilmu Pertanian (Berkebun)

Cara Menanam Markisa Menurut Ilmu Pertanian (Berkebun) – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan bahas tentang cara menanam markisa menurut ilmu pertanian, yang akan dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh berkebun melalui artikel berikut ini :

Cara Menanam Markisa Menurut Ilmu Pertanian (Berkebun)

Sebelum melangkah lebih jauh sebaiknya kita mengenal buah markisa terlebih dahulu, menurut sejarah buah markisa berasal dari daerh tropis Amerika Selatan, tepatnya di daerah Brazil, Venezuea, Kolumbia, dan Peru. Sentra utama asal tanaman markisa berasal dari daerah Amerika Selatan terutama Peru, Ekuador, dan Bolivia.

Tanaman Markisa

Buah markisa adalah tanaman yang tumbuh merambat atau menjalar yang bisa menjalar hingga mencapai 20 m atau lebih. Batang tanaman berkayu tipis, bersulur, dan memiliki banyak percabangan yang kadang-kadang tumbuh tumpang tindih. Pada stadium muda, cabang tanaman berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi hijau kecoklatan.

Memiliki daun yang sangat rimbun yang tumbuh secara bergantian pada batang atau dahan, tiap helai daun bercaping tiga dan bergerigi, berwarna hijau mengilap. Bunga tanaman markisa merupakan bunga tunggal yang ukurannya besar dengan warna bervariasi yaitu hijau, kuning, ungu, atau merah. Bunga markisa memiliki bentuk yang unik dan khas, berbeda dengan bunga buah-buahan yang lainnya. Di dalam bunga terdapat sari madu yang menyebarkan bau yang harum. Penyerbukan bunga markisa dapat dilakukan dengan penyerbukan sendiri maupun penyerbukan dengan bantuan serannga.

Tanaman markisa dapat berbuah pada umur kurang lebih satu tahun dan masa produksi dapat berlangsung selama 5 hingga 6 tahun. Bentuk dan warna kulit buah juga bervariasi, bulat, ataupun lonjong panjang dengan warna kulit hijau, kuning, oranye, coklat, merah atau ungu.

Jenis Markisa

Untuk jenis markisa sangat berfariasi, ada terdapat 4 jenis markisa yang dibudidayakan secara komersial di wilayah Indonesia yaitu Markisa ungu (Passiflora edulis var. edulis), markisa kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa Degener), Konyal (Passiflora liqularis Juss), markisa erbis (Passiflora quadranularis Simson) dan masih banyak lagi jenis markisa lainya.

Baca Juga:  Palem Kuning : Cara Menanam dan Merawatnya

Syarat Tumbuh Tanaman Markisa

Tanaman markisa merupakan tanaman tropis, sehingga tanaman markisa harus ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian sekitar antara 800 – 1.500 m dpl dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, kelembaban nisbi antara 80 – 90%, suhu lingkungan antara 20 – 30oC, tidak banyak angin. Setiap jenis markisa memiliki daya adaptasi yang berbeda-beda.

Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, namun tanaman markisa akan tumbuh dengan optimal pada tanah andosol dan latosol. Tanah yang sesuai untuk budidaya tanaman markisa adalah tanah yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 5,5 – 6,5 dan berdrainase baik serta mengandung banyak bahan organik.

Cara Menanam Markisa

Mempersiapkan Lahan Tanam

Proses pertama adalah mempersiapkan lahan tanam sebab lahan tanam sangat penting dalam setiap perkebunan, mengingat lahan tanam yang baik akan sangat mempengaruhi kualitas produksi markisa yang anda budidayakan. Lokasi kebun akan dipengaruhi oleh jenis markisa yang anda budidayakan. Pastikan juga kebun dapat diakses dengan mudah untuk memperlancar proses pasca produksi dan pengangkutan hasil panen.

Selanjutnya anda dapat mulai mempersiapkan lahan tanam dengan cara membersihkan lahan dari gulma penggangu serta pengolahan tanah yang baik. Jika lahan telah siap maka anda dapat memulai proses penanaman markisa.

Pemilihan Bibit Markisa

Selanjutnya anda harus mempersiapkan bibit markisa yang unggul dan jenis markisa yang baik. Anda bisa mendapatkan bibit markisa siap tanam di para petani yang ada di wilayah anda. Jika anda tidak dapat membeli bibit di penyalur anda bisa melakukan pembibitan sendiri dengan cara melalui biji atau dengan cara stek batang.

Sistem Tanam Markisa

Sebaiknya Anda melakukan penanaman bibit markisa di pagi atau sore hari dengan kondisi cuaca yang sejuk. Jarak tanam yang digunakan adalah 4 x 5 m, yaitu 4 m jarak antara baris tanaman dan 5 m jarak antar tanaman. Dengan demikian jumlah tanamannya adalah 500 pohon per ha.

Lubang tanam markisa sebaiknya berukuran 50 cm x 50 cm x 60 cm atau 60 cm x 60 cm x 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 30 cm. Lubang tanam ini sebaiknya anda diamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 15 hari.

Baca Juga:  Menanam Semangka di Polybag Untuk Pemula (Panduan Sukses)

Tanaman markisa adalah tanaman yang hidup dengan merambat, oleh sebab itu perlu dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat dibuat dari pohon hidup, misalnya lamtoro, tonggak kayu atau bambu. Cara rambatan lain adalah dengan menggunakan kawat yaitu diantara dua tiang disambungkan sebuah kawat rambatan yang berdiameter berkisar 3 mm.

Perawatan Tanaman Markisa

Setiap tanaman membutuhkan perawatan yang optimal, sehingga jika anda melakukan perawatan dengan maksimal maka akan menghasilkan panenan yang melimpah. Berikut ini adalah yang harus anda lakukan dalam melakukan perawatan tanaman markisa.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan interval paling tidak 3 kali setiap tahunnya pada bulan November sampai dengan bulan Mei. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk makro, yaitu pupuk urea dengan dosis 800 – 900 gram/pohon/tahun, TSP yaitu 60 – 120 gram/pohon/tahun dan KCl dengan dosis 800 – 1.200 gram/pohon per tahun, tergantung dari umur tanaman itu sendiri.

Selain itu juga diperlukan pupuk organik yang diberikan dengan dosis 40 kg per pohon per tahun. Pupuk organik biasanya di berikan sebagai pupuk dasar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit. Ada beberapa jenis hama yang bisa mengancam kualitas produksi tanaman markisa yang anda budidayakan seperti kutu daun dan kutu buluh putih dan masih banyak lagi hama yang bisa menggangu tanaman markisa. Sementara jenis penyakit yang cukup sering menyerang tanaman markisa adalah busuk pangkal batang dan buah berkayu. Cara terbaik mengatasi hama dan penyakit pada tanaman markisa adalah dengan menjaga sanitasi kebuh dan merawat tanaman secara teratur, atau jika sudah terjadi anda bisa membasmi dengan menggunakan pestisida untuk penyakit.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Markisa Menurut Ilmu Pertanian (Berkebun) yang dapat dijelaskan dengan singkat dan terperinci oleh berkebun.co.id, semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya selamat berkebun semoga sukses dan terimakasih.

Cara Membuat Bibit Brokoli

admin
1 min read

Menanam Kiwi Di Dataran Rendah

admin
2 min read

Daun Semangka Kuning

admin
2 min read