√ Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap)

3 min read

√ Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap)

Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap)Kali ini berkebun.co.id akan mengulas tentang cara budidaya kedelai agar menghasilkan panen yang maksimal, dengan sebab kacang kedelai memiliki harga jual yang lumayan tinggi dan juga jumlah kebutuhan yang sangat besar dikalangan masyarakat untuk dijadikan sebuah olahan seperti tempe, tahu dan lain sebagainya yang membutuhkan bahan utamanya kacang kedelai, maka dengan ini berkebun.co.id akan memeberikan panduannya :

Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap)

Peningkatan produktivitas kedelai melalui perbaikan dan penerapan teknologi masih sangat diperlukan, sebab produktivitas pertanaman kedelai di tingkat petani masih sangatlah rendah atau sekitar 1,3 ton/hektar dengan kisaran 0,6-2,0 ton/hektar, padahal teknologi produksi yang tersedia mampu menghasilkan 1,7-3,2 ton/hektar.

Sebelum anda melangkah lebih jauh anda harus paham syarat tumbuh tanaman kedelai ini, tanaman kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik. Tanaman kedelai memerlukan pengairan yang cukup selama dalam pertumbuhan.

Berikut ilmu cara agar budidaya kedelai mampu memiliki hasil yang maksimal :

1. Persiapan Lahan pertanian kedelai

Setiap anda akan melakukan penanaman pastinya yang pertama anda harus melakukan persiapan lahan tanam terlebih dahulu, pada lahan kering, tanah sebaiknya dibajak 2 kali sedalam 30 cm, sedangkan pada lahan sawah dengan tanaman monokultur, tanah dibersihkan dari jerami, kemudian tanah diolah satu kali. Jangan lupa dibuat saluran drainase setiap 4 meter sedalam 20-25 cm dan lebar 20 cm. Pembuatan saluran drainase berfungsi untuk mencegah terjadinya penggenangan air, karena tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan. Dan yang pastinya bersih dari gulma penggangu juga.

2. Pemilihan jenis bibit yang baik

Dalam melakukan pemilihan bibit yang baik dan berkualitas sebaiknya anda harus tau asal usul benih tersebut, agar mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya benih yang digunakan adalah benih unggul bersertifikat. Jika ingin membuat benih sendiri, pilihlah benih dari tanaman yang sehat dan memiliki produktifitas tinggi. Benih kedelai yang baik adalah benih yang didapatkan dari tanaman yang berumur cukup tua dan sehat. Kebutuhan benih berkisar 40 – 50 kg/hektar.

Baca Juga:  Jenis Bonsai : Media Tanam, Kriteria Bibit dan Perawatan Bonsai

berikut adalah ciri – ciri benih yang baik untuk ditanam :

  • Murni dan diketahui nama varietasnya
  • Memiliki daya tumbuh tinggi 85% dan vigur baik diperoleh dari tanaman yang telah masak,
  • sehat, dan tidak terkena penyakit virus
  • Biji sehat, bernas, mengkilat, tidak keriput, dan tidak terinfeksi cendawan dan bakteri
  • Biji Bersih, tidak tercampur biji tanaman lain, atau biji perumpalan.

3. Penanaman kedelai

Untuk melakukan penanaman kacang kedelai sebainya dilakukan setelah turunhujan, Kemudian penananaman dilakukan dengan jarak tanamnya 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm dan dilarik. Setiap lubang tanam bisa diisi dua benih kedelai. Apabila semakin subur lahan, sebaiknya jarak tanam semakin lebar. Sebelum bibit kedelai ditanam sebaiknya benih diberi insektisida dan fungisida terlebih dahulu agar benih terhindar dari serangan hama dan jamur. Campurkan 100 gr insektisida dan 100 gr fungisida dengan 10 kg benih. Insektisida yang digunakan adalah insektisida yang berbentuk tepung.

4. Perawatan tanaman kedelai

Perawatan adalah kegiatan yang diwajibkan, sebab dengan melakukan perawatan yang maksimal akan menghasilkan panen yang maksimal juga, berikut ini adalah pekerjaan yang harus anda lakukan :

  • Pemupukan pemupukan diberikan sekitar 50 kg urea, 75 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektarnya. Pupuk diberikan sebanyak 2 kali, yaitu saat tanam dan 2 minggu setelah tanam. Jika penanaman pada lahan bekas sawah yang subur dan kadar masih pupuk tinggi, tanaman kedelai tidak perlu anda tambahan NPK. Agar dosis pemupukan sesuai dengan spesifik lokasi hendaknya dicek terlebih dahulu menggunakan PUTS/PUTK.  Pemupukan susulan perlu dilakukan agar tanaman kedelai tidak kekurangan unsur haranya. Namun jika kondisi tanahnya sangat subur, pemupukan susulan tidak perlu dilakukan sebab dapat mengurangi modal tanam juga.
  • Pengairan Pengairan sangat dibutuhkan jika hujan tidak turun, sebab tanaman kedelai sangat peka terhadap kekurangan air. Fase pertumbuhan yang sangat membutuhkan air adalah pada awal pertumbuhan vegetatif yaitu umur 15 – 21 hari setelah tanam, pada fase pembungaan yaitu umur 25 – 35 hari setelah tanam dan pada fase pengisian polong yaitu umur 55 – 70 hari setelah tanam.
  • Penyiangan penyiangan terhadap rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman kedelai sangat perlu dilakukan, sebab akan menggangu dalam masa pertumbuhan tanaman itu sendiri.
Baca Juga:  √ Manfaat Jamur Sawit dan Cara Budidayanya (Bahas Lengkap)

5. Pengendalian hama dan penyakit

Hama adalah salah satu musuh dari seorang petani,  lalat buah, ulat grayak, oteng-oteng, ulat penggulung daun, ulat jengkal, penggerek buah, ulat buah, dan penggerek daun. jenis ini adalah hama yang sering menyerang tanaman kedelai. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara lahan dan penyemprotan insektisida tepat sasaran.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain karat daun, busuk batang, busuk akar, layu dan bercak daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan memperhatikan sanitasi dan kebersihan lahan serta penyemprotan dengan fungisida. Rajinlah anda untuk melakukan pengecekan secara berkala, sebab jika ada yang terkena hama dan penyakit jenis yang sudah disebutkan diatas anda bisa langsung melakukan penanganan, supaya tidak menjalar ke tanaman yang lainya.

6. Masa Panen

Masa panen adalah kegiatan yang ditunggu – tunggu oleh setiap petani pastinya, tanaman kedelai dapat dipanen muda sebagai kedelai rebus atau dipanen tua setelah biji matang. Kedelai harus dipanen pada waktu yang tepat, yaitu setelah biji atau polong benar benar sudah matang atau tua, atau juga Panen dilakukan apabila semua daun tanaman telah rontok, polong berwarna kuning atau coklat, dan mengering.

Demikianlah ulasan mengenai Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap) yang dapat dijelaskan dengan terperinci oleh berkebun.co.id, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda semua selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.

Cabai Gendol

admin
6 min read

Daun Gelang

admin
2 min read

Tanaman Kacang Koro

admin
2 min read