Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses)

2 min read

Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses)

Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses) – Hai sobat berkebun.co.id, untuk kesempatan kali ini kita akan membahas tentang budidaya belut, yang mana akan dijelaskan secara singkat dan terperinci melalui artikel berikut ini :

Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses)

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang dapat berubah kelamin (hermaprodit) yakni dimasa usia muda berjenis kelamin betina, dimasa  usia tua akan berubah menjadi berjenis kelamin jantan, ikan belut ini sangat enak untuk dikonsumsi, selain enak juga gizi yang ada pada daging belut ini sangat banyak.

Beberapa kandungan gizi yang ada di dalam belut diantaranya adalah Vitamin A 1.600 SI, Vitamin B1 0,1 mg, Vitamin C 2 mg, Air 58 g, Omega 2, 3 dan 6, Asam Folat, Magnesium, Selenium, Leusin, Arginin, Protein 18,4 g, Lemak 27 g, Karbohidrat 0 g, Kalsium 20 mg dan masih banyak lagi.

Karena kandungan yang cukup banyak di dalam belut, sehingga belut sangat berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada manusia. Oleh sebab itu tidak ada salahnya jika anda membudidayakan belut. Langsung saja Berkebun kali ini akan memberikan informasi mengenai cara membudidaya belut bagi pemula 100% berhasil dan panen.

1. Cara Budidaya Belut

a. Tempat Ternak Belut

Sebenarnya ada banyak sekali tempat yang bisa digunakan sebagai sarana membudidaya atau menernak belut.

  • Kolam Terpal

Tempat ternak untuk belut bisa menggunakan kolam terpal. Ukuran terpal yang digunakan harus sesuai dengan jumlah belut yang akan kita budidayakan, idealnya ukuran adalah 50-100 ekor/m persegi. Belut mengeluarkan lendir pada tubuhnya yang merupakan bentuk metabolisme alamiah untuk bertahan hidup.

Baca Juga:  Budidaya Ikan Louhan : Pemilihan Induk, Pemijahan, Pemeliharaan dan Pemanenan

Karenanya jika lendir menumpuk maka akan merusak kualitas air, sehingga perlu diganti. Kita bisa melakukan sipon atau membuang air bagian bawah dengan pompa penyedot kemudian mengisi dengan air yang baru.

  • Tong atau Drum

Bersihkan tong atau drum terutama bagian dalamnya, kemudian buatlah lubang menjadi memanjang. Letakkan drum tersebut di tanah dengan pengganjal di bagian kiri dan kanan agar drum tidak terguling. Buatlah saluran pembuangan dibawah tong, serta buat peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan.

  • Bak Semen

Bak semen adalah sarana budidaya belut yang dapat digunakan selanjutnya.

  • Bak Filber

Bak filber juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk membudidaya ikan belut.

2. Pemilihan Bibit Belut

Untuk pemilihan bibit belut kita perlu memperhatikan dengan benar, berikut ini adalah pemilihan bibit belut yang baik dan benar:

  • Pilihlah Bibit Belut Yang Bebas Luka, yang diakibatkan karena adanya gesekan dengan benda kasar ataupun karena penyakit karena dapat menular dengan yang lainnya.
  • Tidak Lemas Saat Dipegang, pastikan terlebih dahulu bahwa belut yang dipegang tidak lembek, karena belut memi;iki tubuh yang keras.
  • Pilih Belut Yang Lincah, belut yang baik biasanya memiliki ciri tenang namun lincah, belut akan mengambil oksigen keatas dengan cepat kemudian kembali kebawah lagi.

  • Usahakan Ukuran Benih Seragam, sebaiknya dalam membudidaya belut harus melakukan pensortiran belut paling tidak 3 minggu sekali agar ukuran tetap seragam. Karena jika tidak seragam akan sulit mendominasi makanan, yang besar akan semakin besar dan yang kecil akan kecil.

3. Jumlah Tebar Belut Ideal

Dalam membudidaya belut, diperlukan space yang cukup agar belut dapat tumbuh secara optimal. Namun bila space atau ruang kecil maka tumbuh belut tidak akan maksimal, seperti lambat pertumbuhan, belut yag kecil dan kerdil, air yang cepat rusak.

Baca Juga:  Cara Merawat Ikan Louhan

Sebaiknya untuk kepadatan optimal belut memiliki ukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2. Dalam penebaran benih, sebaiknya dilakukan pada pagi ataupun sore hari agar ikan terhindar dari stress.

Untuk bibit hasil tangkapan agar sebaiknya dikarantina selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan cara meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir.

Berikan pakan kocokkan telur selama dikarantina. Atur sirkulasi air dan juga kedalaman air, karena aair yag terlalu dalam akan membuat belut menjadi banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan sehingga nantinya belut akan lebih kurus.

4. Pemberian Pakan

Jika bibit sudah ditebarkan maka kita harus memberikannya pakan yang selalu tercukupi agar belut tidak kanibal. Untuk persentase pakannya sendiri sebaiknnya berikan 5 hingga 20 % dari bobot tubub perhari. Pemberian pakan bisa dilakukan pada sore hari.

Pakan belut berbagai macam diantaranya bisa dengan kecebong, lambung katak, keong mas atau sawah, cacing merah, cacing lumbricus, cacing lor dan masih banyak lagi.

5. Proses Pemanenan Belut

5 Cara Budidaya Belut Bagi Pemula 100% Berhasil
Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses)

Belut sudah bisa dipanen apabila sudah 3 sampai 4 bulan proses budidaya, dengan bobot rata-rata 3 sampai 5 ekor perkilonya.

Nah itulah tadi informasi mengenai Budidaya Belut Untuk Pemula (Sukses) Semoga informasi ini dapat berhasil bagi kalian yang akan membudidaya belut. Untuk lebih jelasnya kalian juga bisa menanyakan langsung kepada orang yang sudah ahli dalam budidaya belut. Semoga bermanfaat yaa… Terimakasih 🙂