Tanaman Sawi Putih

Tanaman Sawi Putih – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Tanaman Sawi Putih. Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Contents

Tanaman Sawi Putih


Sawi putih tercantum jenis sayur-mayur yang lumayan kerap ditemukan dalam kehidupan setiap hari.

Tidak cuma dijadikan sebagai bahan dasar sayur-mayur, banyak pula orang yang menjadikan sawi putih bagaikan bahan dasar makanan buat diet.

Tidak hanya mempunyai banyak penggemar, metode menanam sawi putih yang gampang menjadikan sayur-mayur satu ini diketahui mempunyai banyak khasiat.

Sawi putih ataupun Brassica Rapa biasa pula diketahui dengan nama Sawi Tiongkok sebab banyak masakan Tionghoa yang menjadikan sayur-mayur ini sebagai bahan utamanya.

Dalam kehidupan setiap hari, sawi putih biasa pula diucap Petsai. Banyaknya masakan yang menjadikan sawi putih bagaikan bahan dasar utamanya merupakan sebab isi yang dipunyai oleh sawi putih itu sendiri.

Semacam disinggung diawal, sawi putih diyakini mempunyai beberapa isi yang berguna buat badan semacam isi Asam Folat ataupun vit B9, Vit K, Vit C, Vit E, Zat Besi, Potassium, serta pula Magnesium.

Tidak hanya kandungan-kandungan tersebut, berikut merupakan sebagian khasiat yang hendak kamu miliki bila konsumsi sawi putih:

  • Sanggup mencegah tumor serta sel kanker,
  • Mempunyai sifat anti mikroba ataupun anti kuman,
  • Bagaikan alat bantu pengobatan buat penyakit magg,
  • Melancarkan sistem pencernaan,
  • Antioksidan yang bisa dijadikan sebagai penangkal radikal bebas,
  • Bisa menolong merendahkan kandungan kolesterol yang terdapat didalam darah,
  • Serta lain-lain.

Meski secara umum, metode menanam sawi putih lumayan gampang dicoba, namun terdapat sebagian perlakuan khusus yang wajib kamu perhatikan bila mau mulai menanam sawi putih.

Sebab salah satu keunggulan dari sawi putih merupakan dapat ditanam di lahan pertanian serta pula di pot ataupun polybag. Agar supaya lebih jelas, berikut metode menanam sawi putih:


Penyiapan Bibit

  • Persemaian Benih

Untuk tiap hektar lahan, diperlukan benih hampir 200-250 gram. Pembenihan dicoba dengan mempersiapkan media semai berbentuk tanah yang dicampur pupuk kandang matang dengan perbandingan 3:1 ataupun 2:1.

Media semai tersebut berikutnya disaring mengenakan ayakan pasir serta dimasukkan ke dalam bumbungan semai, ialah semacam polibag yang dibuat dari daun pisang.

Buat tiap hektar lahan diperlukan bumbungan persemaian sebanyak 34.000-35.000 buah.

Langkah selanjutnya merupakan mempersiapkan bedengan bagaikan tempat persemaian dengan lebar 100 centimeter serta tinggi 15-20 centimeter.

Bedengan tersebut dilengkapi dengan pembatas di sisi-sisinya yang dibuat dari bilah bambu ataupun kayu.

Supaya jauh dari gangguan hewan peliharaan serta gampang diawasi, tempat persemaian pula wajib terbuka.

Siramlah media semai hingga di dasar bumbungan supaya kondisinya lembab, satu hari saat sebelum penanaman benih.

Benih setelah itu ditanam satu per satu secara berentetan di tengah media. Penanaman dicoba dari ujung ke ujung supaya tidak ada yang terlampaui.

Sehabis benih ditanam, timbunlah permukaan media bumbungan memakai media semai setebal 0,5 centimeter.

Pakai karung, daun pisang, ataupun plastik buat menutup bedengan persemaian sepanjang 3-4 hari hingga benih nampak mulai berkecambah.

  • Perawatan Semaian

Sehabis benih mulai nampak berkecambah, bukalah penutup bedengan serta siram secara teratur guna melindungi kelembaban media semaian.

Apabila diketahui terdapat serbuan penyakit dumping off (bibit rebah sebab terdapatnya bintik basah di pangkal batang).

Semprotlah dengan memakai fungisida benlate berdosis 1 gram/liter air ataupun orthocide berdosis 3 gram/liter air.

Sehabis usia 18-20 hari ataupun sehabis berkembang daun sejati 2 lembar, tanam bibit di lahan.

Tanaman Sawi Putih


Pengolahan Lahan

Gemburkan tanah yang hendak ditanami dengan memakai cangkul, supaya tanah jadi remah sehingga aerasi bisa berjalan baik serta zat-zat beracun hendak lenyap.

Hilangkan gulma ataupun rumput-rumputan, utamanya pangkal alang-alang, supaya akar-akar tumbuhan sawi putih bisa berkembang leluasa tanpa persaingan dalam memperebutkan faktor hara dengan gulma.

Lakukan pengapuran bila pH tanah kurang dari 5,0, minimun 1 ton buat tiap hektar. Guna membalik serta memecah agregat tanah, pencangkulan ataupun pembajakan tanah butuh untuk dicoba.

Pemupukan

Tipe pupuk yang diberikan buat tumbuhan sawi putih merupakan pupuk kandang ataupun kompos.

Gunanya merupakan sebagai penyedia hara organik guna membetulkan struktur tanah, dan menahan air yang terdapat di dalam tanah.

Bila diperlukan, bisa pula ditambah dengan pupuk buatan berbentuk nitrogen (N), fosfor (P), serta kalium (K).


Penanaman

Dalam proses penanaman, terlebih dulu dibuat lubang tanam sedalam cangkul ataupun berdimensi 30 x 30 x 30 centimeter, dengan jarak tanam 50 x 60 centimeter.

Waktu yang baik buat penanaman pada pagi ataupun sore hari. Bibit yang fresh serta sehat, berikutnya ditanam pada lubang tanam.

Sehabis ditanam, masukkan tanah halus sedikit demi sedikit, kemudian tekan dengan perlahan tanah tersebut supaya benih berdiri tegak.

Siram bibit yang telah ditanam tadi dengan memakai air hingga betul-betul basah.

Pemupukan Susulan

Selama masa perkembangan tumbuhan, jalani pemupukan susulan sebanyak 2 kal, ialah pada waktu tumbuhan sawi putih/petsai berusia 2 minggu serta 4 minggu.

Pemberian pupuk dicoba dengan melingkari tajuk tanam selama 15-20 centimeter sedalam 10-15 centimeter.

Ditaksir dosis yang dipakai buat tiap satu hektar lahan merupakan 54 kilogram urea, 117 kilogram ZA, serta 56 kilogram KCL.


Pemeliharaan

  • Penjarangan serta penyulaman

Penjarangan cuma dicoba dikala tumbuhan berusia 10-15 hari. Sebab usia tumbuhan yang pendek, ialah 2-3 bulan, penyulaman nyaris tidak dilakukan.

Tetapi demikian, Bila terdapat tumbuhan yang mati, wajib lekas ditukar dengan bibit yang baru.

  • Sanitasi Lahan

Sanitasi lahan dicoba 1-2 kali saat sebelum pemupukan, ialah pada waktu tumbuhan berusia 2 serta 4 minggu.

Sanitasi lahan wajib dicoba dengan hati-hati sebab bisa mengganggu sistem perakaran tumbuhan.

  • Pengairan

Pengairan ataupun penyiraman dicoba 1-2 kali satu hari pada fase awal perkembangan. Waktu penyiraman yang baik merupakan pada pagi hari ataupun sore hari.

  • Penyemprotan Pestisida

Saat sebelum hama melanda tumbuhan, jalani penyemprotan pestisida. Penyemprotan bisa pula dicoba secara teratur tiap 1-2 minggu sekali. Buat dosis pestisida yang digunakan, bergantung dari tingkatan populasi hama.


Panen serta Pascapanen

Sawi putih/Petsai yang sudah berusia 25-65 hari (bergantung varietas) telah siap buat dipanen.

Sawi putih/Petsai yang siap panen ini mempunyai identitas: krop kompak serta berdimensi besar.

Metode memanen sawi putih/spetsai dicoba dengan memotong bagian batang di atas tanah memakai pisau tajam. Tumbuhan yang baik bisa berproduksi 2-3 kilogram pertanaman.

Demikian ulasan mengenai Tanaman Sawi Putih, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.