Lavender Belanda : Sejarah, Jenis, Morfologi dan Cara Tanamnya

6 min read

Lavender Belanda : Sejarah, Jenis, Morfologi dan Cara Tanamnya

Lavender Belanda : Sejarah, Jenis, Morfologi dan Cara Tanamnya – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Lavender Belanda. Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Lavender Belanda : Sejarah, Jenis, Morfologi dan Cara Tanamnya


Bunga lavender memiliki nama Latin Lavandula afficinalis syn L. angustifolia. Bunga ini berasal dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai ke India.

Tanaman ini tumbuh produktif di hawa tropi, sehingga cocok ditanam di Indonesia.

Lavender tercantum dalam tipe tanaman rumput. Tanaman ini sangat tidak memliki 25– 30 spesies yang tersebar ke seluruh dunia.

Aroma wangi bunga lavender tidak disukai nyamuk, sehingga sering dimanfaatkan bagaikan tanaman pengusir nyamuk.

Tanaman bunga Lavender dikira bagaikan salah satu bunga sangat mempesona dan serbaguna di dunia.

Tidak cuma jadi salah satu bunga beraroma sangat manis dan bunga- bunga indah, lavender dicari buat berbagai keperluan, mulai dari kuliner hingga manfaat obat.


Klasifikasi Tanaman Bunga Lavender

Masing- masing tanaman nyatanya memiliki klasifikasi tertentu yang didasarkan pada pengelompokan secara ilmiah. Tidak terkecuali tanaman bunga lavender. Buat klasifikasi dari tanaman bunga lavender hendak dijabarkan berikut.

  • Kingdom: Plantae
  • Sub Kingdom: Viridiplantae
  • Infra Kingdom: Streptophyta
  • Luar biasa Divisi: Embryophyta
  • Divisi: Tracheophyta
  • Sub Divisi: Spermatophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Luar biasa Ordo: Asteranae
  • Ordo: Lamiales
  • Famili: Lamiaceae
  • Genus: Lavandula L.
  • Spesies: Lavandula angustifolia Mill.

Morfologi Tanaman Bunga Lavender

Buat mengidentifikasi secara jelas bentuk raga dari tanaman bunga lavender, berikut hendak diulas morfologi bunga lavender mulai dari pangkal, batang, daun, dan bunga.

  • Morfologi Akar

Tanaman bunga lavender memiliki pangkal serabut dan tunggang. Panjang dari pangkal bisa mencapai 2 meter dengan warna kecoklatan.

Pangkal pada lavender berfungsi buat menyokong tubuh tanaman dan pula menyerap nutrisi zat hara dari dalam tanah.

  • Morfologi Batang

Batang dari tanaman bunga lavender berbentuk bulat yang memanjang serta berkayu. Diameternya mencapai 3- 4 mm maupun lebih.

Panjang dari batang bisa mencapai 80 cm. Sulur dari tanaman bunga ini mampu berdiri denan tegak dan tumbuh menyerupai kumparan. Batang lavender memiliki banyak cabang dan tercantum tanaman belukar.

Pada cabang- cabang tersebut berfungsi bagaikan tumbuhnya daun. Buat tanaman lavender yang batangnya sudah mencapai 10 cm, dianjurkan buat sering mendapatkan sinar matahari demi pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

  • Morfologi Daun

Bentuk dari daun yang dimiliki oleh tanaman lavender ialah oval dan memanjang. Tulang dari daun ini sejajar, namun pangkal daunnya meruncing. Buat bagian tepinya bergerigi dengan permukaan daun yang halus.

Pada bagian dasar daun terdapat pertulangan daun yang cukup menonjol dengan warna putih. Warna keseluruhan dari daun tanaman lavender ialah hijau muda dan sebagian bercorak hijau tua. Jumlah daun yang tumbuh di masing- masing cabang tanaman lavender tergolong banyak.

  • Morfologi Bunga

Tanaman bunga lavender sejauh ini lebih terkenal dengan bunganya yang bercorak ungu. Sedangkan itu, bunga ini tampaknya memiliki banyak jenis hingga 25 jenis dengan motif yang berbeda.

Bunga tersebut berukuran relatif kecil dengan kuntum yang berjumlah mulai dari 5- 10 kuntum. Kuntum tersebut berbentu spiral dan tumbuh di ujung dari masing- masing cabang tanaman.

Pada permukaan bunga pula ditemui bulu- bulu halus yang sangat lembut. Bagian bunga dari tanaman lavender acapkali dimanfaatkan buat diambil minyak atsirinya.

Minyak ini digunakan buat keperluan kesehatan dan aroma penyembuhan buat ruangan.


Sejarah Bunga Lavender

Konsumsi historis dan pengakuan lavender hampir setua sejarah manusia. Bagaikan tanaman herbal, lavender telah dipakai sejauh lebih dari 2. 500 tahun.

Di masa kuno, tanaman lavender digunakan dalam proses mumifikasi dan pembuatan parfum oleh orang Mesir, Fenisia, dan Arab.

Baca Juga:  Jenis Bonsai : Media Tanam, Kriteria Bibit dan Perawatan Bonsai

Bunga lavender yang indah pula disebutkan di Alkitab, namun bukan dengan nama lavender melainkan dengan nama yang digunakan pada waktu itu- spikenard.

Lavender membentuk genus Lavandula, yang terdiri atas dekat 25- 30 spesies tanaman berbunga.

Nama“ lavender” berasal dari bahasa Latin“ lavare” yang berarti mencuci, dan nama botani“ lavandula” berasal dari“ livendula” yang berarti kebiru- biruan.

Wilayah sebaran asli lavender meluas di Kepulauan Canary, Afrika Utara dan Timur, Eropa Selatan dan Mediterania, Arab, dan India. Lavender dikala ini sudah dibudidayakan di seluruh dunia.

Karena bentuk lavender yang ditanam di kebun di seluruh dunia, mereka kadang- kadangkala ditemui tumbuh liar, disaat taman menyebar ke luar, jauh di luar jangkauan alami mereka.

Sejauh Wabah Besar terjalin di London pada abad ke- 17, diajarkan jika sekelompok lavender yang diikat ke tiap- masing- masing pergelangan tangan hendak melindungi pemakainya terhadap penyakit mematikan itu.

Lavender memiliki aroma unik yang dihasilkan oleh kombinasi 180 konstituen yang berbeda dan begitu banyak digunakan dalam industri parfum buat tingkatkan aroma pada produk komersial atas maupun menengah.

Ada banyak lavender bercorak semacam lavender kuning, hijau, putih, dan merah muda.

Orang Romawi mengenakan minyak lavender buat mandi, memasak, dan mengharumkan hawa, dan mereka bisa jadi besar memberinya pangkal nama Latin( baik lavare yang berarti mencuci maupun livendula- livid yang berarti kebiruan), di mana kita memperoleh nama modern lavender.

Kualitas“ tonik” bunga yang menenangkan, akibat anti serangga dari aroma yang kuat, dan konsumsi tanaman kering dalam campuran rokok pula menaikkan nilai plus dalam ramuan lavender oleh orang masa dulu.


Jenis Lavender

Lavender Prancis, lavender Inggris, dan lavender Spanyol ialah varietas lavender yang populer. Berikut ialah sebagian varian lavender beserta khasiatnya.

  • Lavender Umum( Lavender augustifolia)

Daun, kelopak, dan pucuk berbunga mentah lavender digunakan bagaikan bumbu dalam salad, sup, semur, dan yang lain.

Mereka memberikan rasa yang sangat aromatik. Minyak esensial yang diperoleh dari bunga lavender ini bersifat antihalitosis, antiseptik, antispasmodik, aromatik, karminatif, kolagog, diuretik, saraf, obat penenang, stimulan, stomachic, dan tonik yang kuat.

  • Lavender Perancis( Lavender stoechas)

Bunga- bunga dan minyak esensial yang berasal dari lavender Perancis ialah antiastatik, antiseptik, antispasmodik, digestif, dan ekspektoran.

Minyak lavender digunakan secara internal buat mengurangi mual. Secara eksternal, minyak esensial digunakan bagaikan pencuci antiseptik luka, bisul, borok dan bagaikan minyak relaksasi buat pijatan.

jenis lavender terbaik, jenis lavender yang wangi, jenis bunga lavender, bermacam jenis bunga lavender, jenis tanaman bunga lavender, jenis jenis daun lavender, jeni jenis lavender, jenis pokok lavender, segala jenis lavender

  • Lavender Spanyol( Lavender stoechas‘ Otto Quast’)
  • Lavender Inggris( Lavender latifolia)

Lavender Inggris jauh lebih aromatik dan memiliki aroma yang jauh lebih lezat daripada lavender Prancis, dan minyaknya biayanya 10 kali lipat.

berita tentang lavender, berita tanaman lavender, berita tentang bunga lavender, lavender berita, berita on lavender plants, doterra lavender berita, berita about lavender, berita about lavender plants, berita on english lavender, berita on lavender, lavender tree info

  • Lavender Belanda/ Spike( Lavender spica)

Aromanya mempunyai sedikit rempah dan kamper tidak cuma aroma lavender. Lavender spike sangat harum dan yakni salah satu lavender yang biasa digunakan buat parfum.

Lavender telah banyak digunakan dalam herbalisme. Infus lavender diklaim bisa meredakan dan menyembuhkan gigitan serangga.

Tandan lavender pula dikatakan bisa mengusir serangga. Apabila diterapkan pada pelipis, minyak lavender diucap bisa menenangkan sakit kepala dan digunakan bagaikan dorongan buat tidur.


Cara Menanam Bunga Lavender Belanda


  • Pemilihan Bibit Bunga Lavender

Kalian harus membeli bibit tersebut di toko istimewa penjual bibit. Nyatanya Mengenai ini bertujuan buat mendapatkan bibit yang baik.

Belum cukup sampai disana, Kalian pula perlu melakukan seleksi terhadap bibit- bibit lavender yang terdapat.

Memilah bibit yang secara kasat mata terlihat bersih dan terbebas dari serangga- serangga parasit, semacam kutu, semut, dan lain- lain.

Jangan kurang ingat buat mendengarkan bersamaan pada kadaluarsa dari bibit tersebut. Perlu Kalian ketahui jika bibit pula memiliki masa aktif yang terbatas, sehingga berarti buat membetulkan bersamaan pada kadaluarsanya.

Jangan sampai kalian membeli bibit yang sudah melewati masa kadaluarsa maupun terlebih mepet dengan bersamaan pada kadaluarsa yang tertera.

Baca Juga:  √ Ilmu Cara Budidaya Kedelai Agar Hasilnya Maksimal (Panduan Lengkap)

Panduan dalam memilah bibit yang bermutu ialah memilah bibit dengan bersamaan pada kadaluarsa yang masih cukup jauh.

Pada prinsipnya, bibit bunga lavender ini hendak melemah manfaatnya apabila hendak terus jadi lama tersimpan.


  • Persiapan Media Tanam Bunga Lavender

    • Pot maupun polybag yang sudah dilubangi di bagian bawahnya.
    • Styrofoam dengan ketebalan 5 cm dengan diameter sesuai dengan pot maupun polybag.
    • Tanah gembur.
    • Pupuk kompos( bisa diganti dengan sekam padi).
    • Pasir.
    • Batu kerikil putih.
    • Cetok Persiapan Media Tanam Bunga Lavender.

  • Penyemaian Benih Lavender

    • Masukkan styrofoam ke dalam pot bagaikan lapisan terbawah.
    • Campurlah tanah, pupuk kompos maupun sekam padi, dan pasir dengan perbandingan 1: 1: 1.
    • Masukkan campuran ke dalam pot maupun polybag.
    • Buatlah lubang di bagian tengahnya mengenakan cetok.
    • Masukkan bibit bunga lavender tetapi cukup satu pada masing- masing pot.
    • Tutup mengenakan tanah.
    • Padatkan tanah.
    • Siram dengan air seperlunya.
    • Letakkan di tempat yang terkena intensitas cahaya matahari yang cukup.
    • Pantaulah pertumbuhan kecambah pada bibit bunga lavender.

  • Pemindahan Bibit Bunga Lavender

    • Buatlah jarak pada tanam bunga lavender dekat 30– 45 cm.
    • Sediakanlah suatu zona terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung bagaikan calon lahan bunga lavender.
    • Pastikan tanah dengan perputaran hawa tergolong baik.
    • Siramlah bibit bunga yang sudah tumbuh tersebut, cocok disaat satu jam dikala saat sebelum tanaman dipindahkan.
    • Sehabis satu jam didiamkan, robek polybag maupun pula belah pot secara lama- lama.
    • Pastikan sesuatu media tanam masih menempel pada pangkal dan tanah tidak rusak.
    • Pindahkan ke lahan permanen yang sudah Kalian siapkan.
    • Padatkan dengan tanah.
    • Pastikan posisi tanaman berdiri tegak.
    • Siramlah dengan air seperlunya.

  • Proses Panen Bunga Lavender

    • Genggamlah tangkai- tangkai lavender yang berbunga sebanyak satu genggam.
    • Potonglah bagian dasar batang yang dekat dengan daun.
    • Memisahkan bunga lavender dengan bagian tangkainya yang keras dengan tata cara dipotong.
    • Ikat jadi satu.
    • Gunakanlah dan manfaatkan bunga lavender yang telah kalian panen

Perawatan Tanaman Lavender


  • Penyiraman

Lakukanlah penyiraman secara berkala buat dapat melindungi biar pada media tanam tidak kering, jangan pula menyiram secara kelewatan biar tanah jadi lembab.

karena Mengenai ini dapat memunculkan pembusukan pada bagian salah satu batang bunga dan berakhir pada kegagalan panen.

Bertepatan bertambahnya usia, tanaman ini tidak lagi membutuhkan pasokan air yang sangat banyak sehingga kalian dapat mengurangi aktivitas kalian menyiram tanaman.

Buat melindungi tingkatan kekeringan tanah yang di idamkan tanaman bunga lavender pula perlu memiliki sistem pengairan maupun drainase yang baik bagaikan upaya buat menghindari air yang menggenang.

Lavender Belanda : Sejarah, Jenis, Morfologi dan Cara Tanamnya

  • Pemangkasan

Biar mendapatkan semak yang sangat sehat dan kuat sampai perlu dicoba pemangkasan pada suatu tanaman bunga lavender. Pemangkasan ini dicoba pada disaat tanaman bungqa lavender masih muda.

Kuncup bunga pada tahun dini dipotong biar mendapatkan semak dengan ukuran besar dengan paju yang berlimpah pada masa berikutnya.

  • Pemupukan

Pemupukan dapat dicoba dengan mengenakan pupuk organik semacam pupuk kandang maupun bisa pula pupuk kompos. Pemberian pupuk tersebut dicoba minimal sebanyak 2 minggu sekali.

Sebetulnya konsumsi pupuk kimia pula boleh namun dengan dosis yang cukup dan pemberiannya jangan sangat sering.

  • Penyiangan

Guna melindungi dan menunjang tumbuhnya tanaman bunga lavender, pastikan tanaman sudah menyerap nutrisi- nutrisi dalam tanah dengan baik.

Jangan sampai Kalian membiarkan berbagai tanaman parasit semacam gulma mengambil nutrisi buat sesuatu tanaman bunga lavender.

Buat menjauhi Mengenai itu terjalin, Kalian perlu buat memberantas gulma- gulma yang tumbuh di dekat tanaman Kalian.

Caranya yakni dengan mencabut berbagai tanaman- tumbuhan liar yang tumbuh di dekat tanaman pada bunga lavender. Lakukanlah Mengenai ini secara berkala buat dapat menunjang kesuksesan dalam Mengenai bercocok tanam.

Demikian ulasan mengenai Lavender Belanda , yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.