Ilmu Cara Menanam Timun yang Baik dan Benar (Panduan Lengkap)

Ilmu Cara Menanam Timun yang Baik dan Benar (Panduan Lengkap) – Kali ini berkebun.co.id, akan berbagi ilmu tentang cara menanam timun yang baik dan benar yang akan dipandu secara lengkap melalui artikel berikut ini :

Contents

Ilmu Cara Menanam Timun yang Baik dan Benar (Panduan Lengkap)

Buah mentimun atau yang biasa dikenal dengan timun adalah jenis buah sayuran yang sangat disukai oleh kebanyakan masyarakat, sebab memiliki rasa yang segar pada saat di makan. Buah timun sangat mudah untuk ditemukan di mana saja.

Buah mentimun ini merupakan tanaman yang bisa beradaptasi di berbagai jenis iklim. Namun, budidaya buah timun akan lebih maksimal pada kondisi iklim kering dengan penyinaran penuh pada suhu kurang lebih 21-27oC. Sedangkan ketinggian yang ideal untuk budidaya buah timun adalah kurang lebih 1000-1200 meter dari permukaan laut. Meskipun begitu buah timun masih bisa ditanam didataran rendah.

Budidaya mentimun organik membutuhkan perawatan yang ekstra, sebab tanaman ini rentan terhadap hama dan cuaca. Budidaya timun akan lebih baik ditanam pada tanah yang mengandung unsur hara organik yang cukup banyak. Tekstur tanah yang baik bagi tumbuh kembang tanaman ini berkadar liat rendah dengan kurang lebih pH 6-7. Berikut ini adalah panduan lengkap cara menanam timun yang baik dan benar :

1. Memilih Benih Timun yang Unggul

Sebelum anda melakukan penanaman timun maka anda harus perlu memilih benih yang baik dan berkualitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda ingin budidaya tanaman timun :

  • Pilihlah benih yang berkualitas serta bersertifikasi dan terdaftar resmi pada kementrian pertanian.
  • Jangan malu untuk bertanya pada penjual benih timun yang pada umumnya digunakan serta dipakai para petani pada umumnya.
  • Periksa terlebih dahulu tanggal kadaluarsanya di label produk.
  • Perhatikan secara bersama mengenai informasi yang sudah tertera di dalam produk kemasannya, yakni mulai dari daya tumbuhnya, lalu kemampuan berkecambah dan juga produktivitas dari hasil.
  • Simpanlah dan juga letakkan benih di tempat yang sejuk dan tidak terkena paparan sinar matahari dengan langsung
  • Saat anda akan melakukan persemaian, maka benih timun harusnya di sortir terlebih dahulu dengan melakukan perendaman benih ke dalam air, dan hanya digunakan benih yang ada di bawah permukaan air maupun tenggelam, sebalinya buanglah benih yang sudah terapung tersebut sebab benih timun yang sudah terapung mempunyai kualitas yang jelek.

2. Mempersiapkan Lahan Tanam

Untuk mempersiapkan lahan tanam yang baik maka anda harus melakukan bajak atau balik tanah sedalam kurang lebih 20-30 cm. Pada kondisi tanah dengan pH kurang dari 6, maka anda harus berikan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung keasaman tanah. Campurkan dengan tanah dan diamkan selama kurang lebih 1-2 minggu.

Selanjutnya anda membuat bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 20-30 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan. Buatlah jarak antar bedengan 30 cm, tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik ini adalah untuk mempertahankan kelembaban tanah, sebab timun lebih baik ditanam di musim kemarau yang penyinarannya penuh. Namun, zona perakaran untuk tanaman timun harus tetap dijaga kelembabannya.

3. Proses Penanaman Benih

Tanamlah benih yang berkualitas, yang telah disiapkan dengan cara yang dijelaskan diatas. Masukkan masing-masing satu biji kedalam lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah. Siramlah setiap pagi dan sore hari. Setelah 2-3 hari biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh.

4. Perawatan Tanaman Timun

Untuk perawatan sebaiknya anda harus lakukan dengan maksimal, sebab perawatan yang baik dan benar akan memberikan hasil yang yang memuaskan, berikut ini adalah beberapa proses yang harus anda lakukan :

Pemberian Pupuk 

  • Pupuk NPK untuk pupuk NPK diberikan mulai tanaman berumur 7 hari sejak tanaman mulai masuk ke media tanam dengan frekuensi 2 sampai 3 kali seminggu, yang diberikan dengan cara di kocorkan ke tanaman dengan dosis awal 5 gram per 1 liter air, dan dapat ditingkatkan menjadi 20 gram per 1 liter air, pupuk ini diberikan sampai menjelang tanaman berbunga.
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang dapat ditambahkan secara berkala sebab tanah persemaian akan tergerus oleh air sehingga tanaman perlu ditimbun lubang sehingga tanaman tidak jatuh ke bawah.
    Untuk pupuk KCL, pupuk diberikan dengan cara disebar sekitar akar dengan dosis 5 g per lubang tanam, dan mulai diberikan saat tanaman timun sudah mulai berbunga, pupuk akan membantu bunga tidak rontok atau busuk sebelum buah.
  • Pupuk buah diberikan dengan menggunakan penyemprotan yang bisa diberikan saat tanaman mulai muncul buah buah kecil. Proses ini dilakukan supaya buah tidak jatuh dan membusuk.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam melakukan pengendalian ada beberapa jenis penyakit dan hama yang menyerang buah timu diantaranya adalah yang dikenal dengan istilah cacantal atau oteng-oteng. Hama jenis ini menyerang daun dan bisa menyebabkan kematian pada tanaman. Selain ini juga, hama yang kerap menyerang tanaman timun adalah ulat tanah. Jenis hama ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya daun atau buah timun. Kedua hama ini bisa dikendalikan dengan cara menggunakan biopestisida yang terbuat dari ekstrak kipait dan gadung yang dicampur dengan air kencing kelinci.

Untuk jenis penyakit yang menyerang tanaman timun adalah busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun dan busuk buah. Penyakit ini bisa dikendalikan secara kultur teknis berupa rotasi tanaman dan pembuangan bagian tanaman yang terkena penyakit.

Demikian ulasan mengenai Ilmu Cara Menanam Timun yang Baik dan Benar (Panduan Lengkap) yang dapat dijelaskan degan terperinci oleh berkebun.co.id, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya selamat mencoba semoga sukses trimakasih.