Cara Menanam Sawo Manila : Teknik Tepat Penanaman, Perawatan Dan Masa Panen

3 min read

Cara Menanam Sawo Manila : Teknik Tepat Penanaman, Perawatan Dan Masa Panen – kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Sawo Manila .

Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Cara Menanam Sawo Manila : Teknik Tepat Penanaman, Perawatan Dan Masa Panen


Buah Sawo ialah tumbuhan yang bisa berkembang besar serta berbuah rimbun. Segala bagian tumbuhan bergetah. Batang kayu famili Sapotaceae ini keras.

Percabangannya lumayan rapat. Daun berupa lonjong dengan ujung meruncing sampai tumpul. Tajuknya yang lebat sanggup jadi penaung dari sengatan matahari.

bunga sawo timbul dari ketiak- ketiak daun, sebaliknya buahnya berupa menggantung pada tangkai buah. Buahnya berupa bundar sampai lonjong dengan permukaan agresif bercorak kecokelatan.

Daging buah lumayan tebal, lunak, memiliki banyak air, serta bergetah. Rasanya manis serta beraroma khas. Bijinya berupa bundar memanjang ataupun bundar pipih, gelap mengilap, serta berkeping 2.

Sawo manila (Manilkara zapota) merupakan pohon buah yang berumur panjang. Pohon dan buahnya dikenal dengan beberapa nama seperti sawo (Ind, Jw), sauh atau sauh manila, atau ciku (Mly).

Nama sawo manila dalam berbagai bahasa: tsiko (Filipina), ciku (Malaysia), chikoo atau sapota (India), sofeda (Bangladesh), xa pô chê atau hồng xiêm (Vietnam), rata-mi (Sri Lanka).

lamoot (ละมุด) di Thailand, Laos dan Kamboja, níspero (Venezuela), sugardilly (Kep. Bahama), naseberry (Hindia Barat), sapote (Nicaragua), sapoti (Brasil), sapotillier (bahasa Prancis) dan sapodilla (bahasa Inggris).

Sawo manila merupakan salah satu jenis sawo yang pernah menjadi primadona di Indonesia. Tanaman ini aslinya berasal dari Amerika Tengah, tapi dibudidayakan pada awalnya di Filipina, tepatnya di kota Manila.

Konon Tanaman sawo manila dibawa oleh bangsa Spanyol ke Filipina pada masa penjajahan dahulu.


Syarat Tumbuh Sawo Manila

Tanaman berbunga dengan habitat dataran rendah dan dataran tinggi di ketinggian 40 – 1200 mdpl.Ketinggian yang ideal untuk menghasilkan tanaman sawo manila terbaik adalah di ketinggian 700 mdpl.

Jenis tanah yang disukai yaitu tanah lempung berpasir yang mengandung banyak bahan organik dengan pH kisaran antara 5,5 – 7.

Dengan curah hujan antara 1500-2500 mm per tahun atau iklim basah. Suhu lingkungan berkisar 30-35 derajat celcius.

Baca Juga:  Cara Mencangkok Pohon Alpukat Untuk Pemula (Sukses)

Ciri-Ciri Pohon Sawo Manila

  • Pohon sawo manila besar dan rindang serta dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
  • Bercabang rendah.
  • Batang sawo manila berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.
    Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.
  • Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting.
  • Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.
  • Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1–2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6. Kelopak biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.

Buah sawo manila berupa buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm,

Coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya.

Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.

Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan biji ataupun cangkok.


Tahapan Proses Menanam Sawo Manila


  • Persiapan Bibit Sawo Manila

Agar tanaman sawo manila cepat berbuah maka perlu memilih bibit dari hasil okulasi. Jika Anda membeli bibit, pilihlah:

    • Bibit yang sehat
    • Bebas hama dan penyakit
    • Batangnya kokoh, tidak kurus dan kering
    • Daunnya hijau segar, tidak layu dan kuning
    • Serta cabangnya rindang.
    • Bibit yang siap tanam berukuran antara 50-70 cm.
  • Persiapan Lahan Tanam Sawo Manila

    • Pastikan lahan tanam bersih dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya dengan cara menyiangi lahan yang akan digunakan.
    • Pilih lokasi lahan yang tidak ternaungi sehingga tanaman akan mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Setelah itu, gemburkan tanah dengan cara dicangkuli.
    • Buatlah lubang untuk tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm.
    • Siapkan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang terfermentasi, dan sekam untuk menutup lubang tanam.
    • Istirahatkan lubang tanam selama 2-3 hari, biarkan mendapat sinar matahari penuh agar bakteri dalam tanah mati.
  • Penanaman Sawo Manila

Apabila lahan tanam sudah siap, lakukan penanaman. Lepaskan polybag dari bibit siap tanam, letakkan bibit di tengah lubang dengan posisi tegak lurus, jangan sampai miring.

Baca Juga:  Cara Mencangkok Pohon Duku Untuk Pemula (Sampai Berhasil)

Kemudian, tutup kembali lubang dengan campuran media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya hingga rata. Selanjutnyam padatkan sedikit agar posisi tanaman kokoh, tidak bergoyang atau miring.

Setelah penanaman selesai, lakukan penyiraman. Gunakan gembor atau embrat agar penyiraman maksimal, selanjutnya pasang ajir atau patok untuk menyangga tanaman agar tetap tegak lurus, tidak mudah roboh.

Ajir bisa dibuat dari potongan bambu dengan ukuran kisaran 1,5 m.

 


Perawatan Tanaman Sawo Manila

Lakukan penyiraman secara teratur setiap 1-2 kali sehari secukupnya saja jangan sampai tergenang. Lakukan juga penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya agar nutrisi tanah terjaga.

Selain itu lakukan juga pemupukan lanjutan dengan menggunakan kombinasi pupuk kimia atau menggunakan cara organik.

Jika menggunakan kombinasi pupuk kimia, maka campuran yang dianjurkan meliputi 20 butir NPK buah, 1 kg kompos atau pupuk kandang, dan 1 sentok the POC BMW.

Sedangkan, jika memilih cara organik maka berikan 1 sendok makan KOCOR BMW dan 1 sendok the POC BMW. Lakukan pemupukan secara rutin setiap satu bulan sekali.

Untuk mempercepat munculnya buah maka beri hormon perangsang buah, batang dan daun POC BMW. Caranya dengan mencampurkan 2-3 tutup POC BMW ke dalam 1 tangki air berisi 15 liter.

Kemudian semprotkan ke seluruh bagian tanaman.Jika tanaman sudah besar, kerik batang utamanya sepanjang 30 cm kemudian sapukan POC BMW pada batang yang sudah dikerik menggunakan kuas.

Interval pemberian POC BMW pada tanaman dewasa yaitu setiap 7-10 hari sekali.


Masa Panen Sawo Manila

Biasanya, umur 1-2 tahun tanaman sawo manila sudah bisa berbuah. Buah sawo manila yang siap panen ditandai dengan warna kekuningan di bawah permukaan kulit yang akan terlihat jika kulit buah digosok sedikit.

Biasanya tumbuhan sawo lumayan besar, buahnya ada di ujung batang muda yang jumlahnya cuma sedikit, sehingga buat mengenali buah yang lumayan tua sangat susah.

Oleh sebab itu, pemanenan dicoba dengan metode memanjat tumbuhan. Apabila belum menggapai buahnya, bisa disambung dengan galah. Tetapi pemakaian galah ini kerap menimbulkan buah jatuh serta rusak.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Sawo Manila : Teknik Tepat Penanaman, Perawatan Dan Masa Panen , yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah – mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.

Cara Membuat Bibit Brokoli

admin
1 min read

Menanam Kiwi Di Dataran Rendah

admin
2 min read

Daun Semangka Kuning

admin
2 min read