Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan

3 min read

Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan

Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Bambu Air.

Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan


Kentang adalah tanaman bertangkai lunak yang menghasilkan umbi dari keluarga Solanum. Tanaman lain yang masih terkait dengan kentang termasuk tomat, cabai dan terong.

Bagi Anda yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan, tanaman kentang yang merupakan salah satu hadiah dari proyek pendanaan Tanijoy ini juga dapat ditanam sendiri.

Kentang pada dasarnya ideal untuk tumbuh di dataran tinggi. Tetapi juga tidak ada salahnya mencoba untuk Anda yang berada di dataran rendah. Selama itu dipahami dengan benar kondisi apa yang paling disukai kentang.

Kandungan Gizi Kentang

  • Karbohidrat
  • Serat
  • Antioksidan
  • Kalori
  • Lemak
  • Vitamin A, E, dan K
  • Air dan Mineral

Cara Budidaya Kentang

Bibit Kentang

Hal selanjutnya setelah Anda tahu benar bagaimana ciri – ciri tanaman kentang adalah Anda disarankan menyiapkan benih kentang. Benih kentang yang Anda siapkan berasal dari kentang.

Langkah – langkah berikut yang harus Anda lakukan dalam menyiapkan benih kentang:

  • Beli beberapa kentang di pasar atau toko sayur terdekat di sekitar rumah Anda.
  • Pilihlah kentang yang sudah tua dan berkualitas dengan ciri, buahnya memiliki ukuran besar dengan permukaan yang halus dan tidak cacat sedikit pun.
  • Setelah itu, Anda bisa meletakkan kentang di tempat yang sejuk, sedikit lembab dan memiliki sinar matahari yang cukup.
  • Biarkan selama beberapa hari selama sekitar 7 hingga 14 hari, maka Anda dapat melihat beberapa kentang yang telah ditumbuhi tunas kentang baru.
  • Biarkan sebentar sampai pucuk setinggi 5 hingga 10 cm dan akarnya sudah mulai terbentuk dan tumbuh.
  • Untuk merawat tunas, Anda bisa memberinya semprotan air harian secara teratur dan teratur.

Lahan Tanam Bibit Kentang

Jika kentang Anda tumbuh sekitar 5 hingga 10 cm, maka Anda harus segera menyiapkan lahan tanam seolah – olah Anda sedang melakukan cara Penanaman Nutrisi yang cocok untuk menanam kentang.

Karena kentang sangat menyukai iklim yang sejuk, maka Anda harus memperhatikan lokasi lahan tanam.

Lokasi yang cocok untuk menanam kentang adalah lokasi yang memiliki paparan sinar matahari penuh tetapi tidak panas, Anda harus sangat berhati – hati ketika memilih lokasi penanaman yang cocok.

Baca Juga:  Cara Memijahkan Ikan Patin : Pemilihan Induk, Penyuntikan Hormon, Pelepasan Telur dan Proses Penetasan

Tanaman kentang membutuhkan banyak sinar matahari, tetapi mereka tidak boleh terkena panas matahari yang berlebihan.

Jadi Anda mencoba menanam di daerah sekitar yang ditumbuhi pohon, tetapi Anda disarankan untuk menanamnya agar tidak terhalang atau diteduhi oleh pohon.

Karena fungsi pohon hanya untuk menjaga kesejukan iklim sehingga meskipun kentang terpapar sepenuhnya, ia tidak akan merasakan panas berlebihan atau Anda dapat menanamnya di dataran tinggi, ini lebih praktis.

Dan inilah cara mempersiapkan area penanaman kentang;

  • Setelah Anda menemukan lokasi yang tepat, lihat dulu kondisi tanah di lahan penanaman.
  • Longgarkan tanah menggunakan sekop atau cangkul dan oleskan pupuk organik sesuai dengan kondisi tanah.
  • Jika tanahnya sangat gersang maka saat Anda melubangi tanah, campurlah dengan banyak pupuk organik agar tanah dapat dipelihara dengan baik.
  • Namun, jika tanahnya memiliki tekstur yang longgar dan dalam kondisi baik, maka Anda hanya perlu menambahkan sedikit pupuk.
  • Basahi dulu tanah, ini agar pupuk mudah tercampur.

Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan


Pemberian Pupuk Dasar

Setelah pengelolaan lahan selesai, selanjutnya adalah pupuk dasar. Pupuk dasar tersebar merata di atas tempat penanaman.

Pupuk yang baik adalah pupuk yang telah matang, dengan dosis 20 – 30 ton per hektar lahan. Pupuk NPK juga bisa ditambahkan sebanyak 300 – 350 kg per hektar lahan.

Kemudian pupuk ditutup dengan tanah agar tidak mengikis air saat hujan. Biarkan selama 10 – 15 hari sebelum tanam.

Perawatan Tanaman

Pemeliharaan tanaman kentang harus dilakukan agar tanaman tumbuh dengan baik. Pemeliharaan yang dimaksud meliputi:

  • Penyiangan dilakukan saat menanam rumput dan gulma yang mengganggu tanaman. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan perbaikan gundukan, dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.
  • Penyiangan dan gundukan berikutnya membaik saat tanaman berumur 2 bulan. Setelah itu tanaman kentang rimbun dan tidak perlu dilakukan penyiangan.
  • Penyiraman, dilakukan sesuai kondisi. Penyiraman dilakukan saat tanah terlihat kering. Lakukan penyiraman hanya sesuai kebutuhan, jangan terlalu basah atau mandek.
  • Pemupukan tambahan, untuk menghasilkan panen berlimpah, diperlukan pemupukan rutin setiap 20 hari sejak masa tanam dengan dosis:
    • Pupuk urea 500kg / jam
    • Pupuk ZA 150kg / jam
    • Pupuk KCL 100kg / jam
    • Pupuk SP36 400kg / jam
  • Pemupukan dapat dilakukan dengan menaburkannya di antara lubang tanam yang telah ditanami umbi kentang.
  • Varietas kentang berbunga harus dipangkas untuk mencegah gangguan proses pembentukan umbi, karena perjuangan untuk nutrisi.

Penyiraman Kentang

Penyiraman tanaman, terutama tanaman kentang, dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca. Di daerah yang lembab dan sering hujan, relatif tidak membutuhkan penyiraman.

Namun, jika tanah terlihat kering, maka sirami tanah tersebut. Selain itu harus juga memperhatikan kondisi tanah. jangan terlalu basah apalagi kebanjiran.

Baca Juga:  Cara Budidaya Kentang Dari Awal Hingga Panen (Panduan Lengkap)

Penyiangan

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan perbaikan gulma. Biasanya ini dilakukan setelah satu bulan tanam. Gulma dapat dibersihkan dengan sabit atau goresan, setelah gulma dibersihkan, gulma harus diperbaiki.

Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan. Setelah itu, penyiangan tidak perlu, karena tajuk tanamannya subur sehingga gulma sulit tumbuh.

Pemupukan Kentang

Dalam budidaya kentang, hal yang harus diperhatikan adalah proses pemupukan. Gunakan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kentang. Berikan pemupukan dari bagian atas dan bawah tanaman kentang.

Dari atas penyemprotan tanaman kentang dengan POC GDM pada semua tanaman kentang seminggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat.

Tanaman terlindungi dari serangan penyakit, umbi kentang keluar lebih cepat, lebih cepat dalam ukuran dan berat maksimum.

Pemupukan dari bawah menggunakan pupuk NPK dan oleskan sekali setiap 20 hari dengan merendamnya di tanah dan dengan jarak sekitar 5 – 10 cm dari pohon kentang.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya kentang meliputi:

  • Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
  • Bintik lunak (Altenaria Solani)
    Penyakit layu Fusarium (Fusarium Oxysporum)
  • Dan lain-lain.

Untuk ketahanan terhadap penyakit (kekebalan) pada tanaman kentang, hindari mengendalikan penyakit pada kentang dengan menggunakan pengobatan kimiawi untuk serangan yang masih di bawah ambang batas.


Panen

Tanaman kentang dapat dipanen pada umur 80-120 hari. Umur tanaman sampai siap dipanen bervariasi tergantung pada jenis varietas yang digunakan.

Tanaman kentang harus dipanen pada usia yang tepat, tidak terlalu muda atau terlalu tua. Panen ketika tanaman belum cukup umur menyebabkan kualitas umbi yang rendah, karena karbohidrat belum terbentuk secara maksimal.

Demikian juga, jika dipanen terlalu tua, kualitas umbi juga rendah karena risiko tinggi kerusakan umbi.

Pemanenan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Di tanah yang sangat gembur, panen bisa dilakukan dengan pengerukan tangan. Metode ini lebih efektif karena risiko kerusakan umbi sangat kecil.

Setelah panen, biarkan sebentar agar tanah yang menempel di umbi mengering dan mudah dibersihkan. Kemudian umbi yang terkumpul dikemas menggunakan karung goni atau keranjang agar mudah dimuat.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Kentang : Kandungan, Perawatan, Pemupukan Dan Pemanenan, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah – mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.