Panduan Cara Menanam Jeruk Santang Bagi Pemula

3 min read

Panduan Cara Menanam Jeruk Santang Bagi Pemula

Panduan Cara Menanam Jeruk Santang Bagi Pemula – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Jeruk Santang . Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Panduan Cara Menanam Jeruk Santang Bagi Pemula


Buah jeruk ialah salah satu buah yang banyak digemari karena rasanya yang asam manis dan segar. Buah ini pula memiliki banyak khasiat buat kesehatan karena isi vit dan mineralnya yang besar, sangat utama vit C.

Salah satu varian buah jeruk yang sangat populer ialah jeruk santang madu. Warna buahnya yang kuning- jingga mencolok, kontras dengan warna daunnya yang hijau segar.

Karna perihal itu membuat tanaman ini tidak hanya ramai dibudidayakan di perkebunan, tetapi pula mempesona dijadikan penghias halaman rumah.

Tidak perlu lahan yang luas, cukup dengan pot Kalian sudah dapat memiliki tanaman jeruk santang madu Kalian sendiri di rumah.


Ketentuan Berkembang Jeruk Santang

Dikala saat sebelum menanam tanaman jeruk santang madu, ada baiknya kita kenali dahulu karakteristiknya biar pemeliharaannya lebih cocok. Tanaman ini tumbuh baik mulai dari ketinggian 500– 1000 mdpl.

Terus jadi besar posisi penanamannya hendak menghasilkan buah dengan warna kulit yang lebih mencolok.

Jeruk santang madu kurang menggemari angin dan sangat memerlukan sinar matahari langsung. Kebutuhan airnya cukup banyak, sangat utama di bulan Juli– Agustus yang yakni bulan terkering di Indonesia.

Hendak tumbuh lebih baik di hawa dengan 6– 7 bulan basah dalam temperatur 25– 30 derajat celcius dan tingkatan kelembapan 70– 80%.

Jenis tanah yang disukai jeruk santang madu ialah tanah lempung maupun lempung berpasir.

Dengan kombinasi tingkatan keliatan 7– 27%, debu 25– 50%, dan pasir kurang dari 50%, maupun tanah andosol dan latosol. Sebaiknya tanah mempunyai cukup humus, pH antara 5, 5– 6, 5.


Cara Tanam Jeruk Santang


  • Pemilihan bibit

Buat mendapatkan tanaman jeruk santang madu dengan kualitas baik dan kilat berbuah, memilah bibit yang diperbanyak dengan tata cara vegetatif.

Bibit semacam ini banyak dijual di pasaran, tetapi pastikan jika tempat Kalian membeli bibit ialah tempat penjualan bibit yang dapat dipercaya.

Pilih bibit yang telah berusia 7– 8 bulan di polybag. Dalam usia ini, tanaman jeruk santang madu yang sehat hendak memiliki besar dekat 80 cm dengan diameter batang pokok 2– 3 cm.

Baca Juga:  Bonsai Bunga Kertas, Proses Pembuatannya (Sukses)

Bukti diri bibit yang sehat dan leluasa penyakit ialah permukaan batangnya halus, pangkal serabutnya banyak, pangkal tunggangnya berukuran lagi, dan terlihat produktif.

  • Pot dan media tanam

Meski besar tanaman jeruk santang madu dapat dipelihara sehingga tidak sangat besar, tetapi kala berbuah tanaman ini dapat bagikan beban yang cukup berat buat pot. Oleh karena itu, memilah pot bahannya cukup kuat.

Pot yang sempurna dapat berbahan tanah, porselen, plastik, semen, maupun kayu sejauh proporsinya dengan tanaman sesuai.

Bagaikan awalan dapat memilah pot berukuran diameter 45 cm maupun lebih sesuai ukuran bibit. Nantinya pot harus diganti secara tertib bertepatan dengan bertambahnya umur tanaman.

Bagaikan media tanam, Kalian dapat mengenakan tanah kebun yang produktif, tanah andosol, latosol, maupun campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang balance.

  • Penanaman

Langkah penanaman jeruk santang madu dalam pot diawali dengan menutup lubang pada dasar pot dengan genting.

Lapisi atasnya dengan campuran kerikil dan pasir, setelah itu masukkan media tanam hingga 1/ 3 bagian pot. Keluarkan bibit dari polybag, pangkas sebagian pangkal.

Apabila pangkal bibit sangat panjang, tinggalkan setengah dari panjangnya semula saja.

Letakkan bibit cocok di tengah pot, setelah itu timbun kembali dengan sisa media tanam hingga pot penuh. Sirami dengan sedikit air biar tanah agak memadat.

Tanaman jeruk santang madu memerlukan sinar matahari sangat tidak 5 jam per hari. Letakkan tanaman di tempat yang tidak terlindung dari sinar matahari langsung biar mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sinar matahari langsung tidak hanya membantu proses fotosintesis tanaman, melainkan pula dapat menjauhi timbulnya penyakit pada tanaman jeruk santang madu.

Hindari meletakkan pot tanaman jeruk santang madu Kalian di dekat dapur maupun jalan raya.

  • Pemeliharaan

Semacam halnya tanaman yang lain, jeruk santang madu memerlukan penyiraman tertib sangat tidak 2 kali satu hari sangat utama di bulan kering. Di masa hujan intensitas penyiraman dapat disesuaikan dengan cuaca.

Buat memicu pertumbuhan dan memesatkan proses pembuahan, lakukan pemupukan tertib masing- masing 4 bulan sekali dengan NPK dimulai dari dosis 25 gr per tanaman pada tahun dini.

Bertepatan bertambahnya umur tanaman, dosis ini perlu ditambah jadi 50 gr di tahun kedua, 100 gr di tahun ketiga, dan seterusnya.

Tidak cuma penyiraman dan pemupukan, tahap pemeliharaan lanjutan meliputi pemangkasan.Pemangkasan jeruk santang madu bertujuan membentuk cabang tanaman dan menjaganya biar tumbuh tidak sangat besar.

Membuang ranting kering buat melindungi keelokan tanaman, pula menjauhi datangnya hama dan penyakit.

Pembuatan cabang dengan sistem 1– 3– 9 ditambah 3 cabang tersier di masing- masing cabang sekunder. Atur cabang primer biar tiap- masing- masing berjarak lebih dari 10 cm.

Baca Juga:  9 Cara Budidaya Jeruk Manis 100% Berhasil

Tata cara pemangkasan ialah dengan memotong cabang primer, sekunder, dan tersier hingga 30– 50 cm dari pangkal.

  • Pergantian Pot

Dalam membudidayakan tanaman di dalam pot, perlu diperhatikan apakah perlu mengganti media tanam maupun pot dengan ukuran yang lebih besar secara berkala.

Mengenai ini buat melindungi biar tanah tetap mempunyai aspek hara yang diperlukan dan pertumbuhan tanaman berjalan baik tanpa kekhawatiran hendak tumbang akibat rusak maupun tergulingnya pot sebab tidak mampu menahan bobot tanaman.

Penggantian pot dan media tanam yang dini kali perlu dicoba sehabis tanaman berusia 3– 4 tahun. Selanjutnya penggantian ini harus dicoba secara tertib masing- masing tahun sekali.

Dikala saat sebelum mengganti pot dan media tanam, pangkas 1/ 3 cabang tanaman.

Biarkan media tanam mengering, jangan disiram, sejauh 2– 3 hari. Sehabis itu, angkat tanaman dari pot lama, buang sebagian media tanamnya yang lama.

Siapkan pot baru dengan ukuran yang lebih besar. Isi dengan media tanam baru yang sudah disiapkan sebelumnya dan letakkan kembali tanaman jeruk santang madu ke dalam pot. Timbun hingga penuh dan padatkan sedikit.

Panduan Cara Menanam Jeruk Santang Bagi Pemula


Masa Pra dan Pascapanen Jeruk Santang

Jeruk santang madu yang dibudidayakan di kebun dapat berbuah 300– 400 buah per tahun, terlebih ada yang dapat mencapai 500 buah.

Artinya, tanaman ini dapat menghasilkan buah hingga melebihi tenaga dukung cabang dan rantingnya apabila dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu, apabila tanaman sudah mulai berbuah, perlu dicoba penjarangan supaya tanaman mampu mendukung buah. Di samping itu penjarangan pula dapat tingkatkan bobot dan kualitas buah yang dihasilkan.

Buang buah yang terlihat tidak sehat, tertutup dari sinar matahari langsung( terletak di rerimbunan daun), maupun mencuat kelewatan pada satu tangkai.

Hilangkan buah yang terletak di ujung kelompok, tinggalkan 2– 3 buah saja dalam satu tangkai utama.

Buah jeruk santang madu hendak matang optimal antara 28– 36 minggu sehabis munculnya bunga. Petik buah yang sudah matang dengan gunting pangkas.

Kumpulkan buah di tempat yang teduh dan bersih dalam temperatur ruangan antara 8– 10 derajat celcius.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Jeruk Santang  , yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.