Cara Menanam Jambu Air Cangkokan : Memahami, Metode Dan Pemanenan

Cara Menanam Jambu Air Cangkokan : Memahami, Metode Dan Pemanenan – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Jambu Air Cangkokan.

Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Contents

Cara Menanam Jambu Air Cangkokan : Memahami, Metode Dan Pemanenan


Jambu air ialah tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara. Tumbuhan ini terkategori dalam suku myrtaceae (jambu-jambuan). Budidaya jambu air lumayan gampang apabila dilakukan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Potensi pasarnya lumayan besar, masyarakat komsumsi jambu sebagai buah meja ataupun makanan olahan seperti rujak serta manisan.

Buah fresh yang kaya hendak isi air ini termasuk buah musiman, ketersedian melimpah pada musim-musim tertentu.

Memahami Jenis-Jenis Jambu Air

Jambu air mempunyai aneka jenis dan wujud. Sebagian jenis jambu air yang banyak ditemui di pasaran antara lain:

  • Jambu air cengkih
  • Jambu ar madu
  • Jambu air king citra
  • Jambu air kampret
  • Jambu air king rose
  • Jambu air lilin
  • Jambu air maduran
  • Jambu air irung petruk
  • Jambu air kancing

Metode Menanam Hasil Cangkokan Jambu Air

Saat cangkokan jambu air telah berusia 2,5-3 bulan ataupun dikala pangkal yang berkembang telah bagus serta nampak cokelat, saatnya untuk turun cangkok serta ditanam baik dalam pot.

Polybag ataupun ditanam pada lahan, akan namun pada saat ini hendak kita bahas mengenai penanaman bibit hasil cangkokan ke dalam pot ataupun polybag.

  • Potong batang cangkokan dari tumbuhan induknya, bila cuaca panas ataupun masa kemarau, pemotongan dilakukam pada sore hari dikala temperatur telah mulai menyusut. Akan namun bila lagi masa hujan pemotongan bisa dilakukan kapan saja, baik pagi siang maupun sore. Pemotongan dilakukan dibawah cangkokan.
  • Pangkas sebagian tunas, cabang serta daun buat kurangi penguapan dan kurangi kerja pangkal yang hendak meresap nutrisi dari dalam tanah. Sebab disini pangkal masih sangat baru serta sedikit bila ditugaskan buat meresap nutrisi dari dalam tanah dengan jumlah tunas, cabang serta daun yang sangat banyak.
  • Rendam pangkal cangkokan memakai vit B1, pada suatu merk, vit B1 ini berupa tablet dengan dosis pertablet 100 miligram, untuk merendam cangkokan ini larutkan 1 butir tablet 100 miligram dengan 2 liter air bersih. Supaya lebih gampang larut, hancurkan/gerus tablet terlebih dulu, perendaman dilakukan selama 1 jam tanpa membuka plastiknya terlebih dulu. Perendaman ini dilakukan di tempat yang teduh.
  • Sembari menunggu proses perendaman, siapkan media tanam dengan komposisi tanah yang sudah digemburkan, pupuk kompos ataupun pupuk kandang yang telah difermentasi serta cocopeat dengan perbandingan 2:1:1. Disini memakai cocopeat sebab disamping membantu menggemburkan tanah pula berperan buat mengikat kandungan air lebih besar sehingga media tanam hendak terpelihara kelembabannya. Aduk serta gabungkan media sampai betul-betul menyeluruh.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot ataupun polybag sebanyak ¼ bagian pot ataupun polybag.
  • Buka plastik cangkokan dengan hati-hati supaya media cangkok tidak rusak serta akar-akar terlindungi, sebab akar-akar pada cangkokan masih rapuh serta gampang patah.
  • Masukkan bibit hasil cangkokan pada pot/polybag tegak lurus serta pas di tengah, masukkan kembali media tanam sampai penuh.
  • Yang perlu di ingat jangan lakukan penyiraman saat sebelum bibit ditopang, sebab bila disiram saat sebelum ditopang, media hendak basah serta bibit gampang bergerak baik itu oleh angin ataupun pemindahan pot yang berpotensi mengganggu pangkal yang masih rapuh tersebut. Ada pula metode menopangnya merupakan, terlebih dulu letakkan bibit pada tempat teduh yang tidak terserang cahaya matahari secara langsung, tancapkan penopang semacam ajir kedalam tanah jangan di pot maupun polybag, tujuannya supaya penopang betul-betul erat serta kokoh, ikat bibit dengan penopang tersebut.
  • Berikutnya siram bibit hasil cangkokan yang telah ditopang sampai kedap, memakai air sisa rendaman cangkokan (air yang telah dicampur dengan vit B1).
  • Untuk penyiraman berikutnya dilakukan sebanyak 2-3 hari sekali ataupun melihat keadaan tumbuhan serta media tanam, sebab bibit tumbuhan jambu air ini belum memerlukan banyak air dimana sebelumnya telah dilakukan pemangkasan cabang, tunas serta daunnya.

Cara Menanam Jambu Air Cangkokan : Memahami, Metode Dan Pemanenan


Panduan Pengendalian Hama serta Penyakit

Hama Ulat

Pemicu: Ulat (Dasycha inclusa serta Parasa Lepida). Indikasi serbuan: daun yang dimakan jadi bolong-bolong serta Ujung tunas serta ujung bunga yang dimakan jadi buntung.

Metode Pengendalian: Semprot ulat dengan Bayrucil 250 EC serta Basudin 60 EC dengan konsentrasi 2cc/liter air.

Lalat buah pada jambu air

Pemicu: Larva lalat buah (Dacus Dorsalis). Indikasi Serbuan: Buah yang nyaris matang manjadi rontok serta busuk, Bila buah dibelah ada ulat ataupun belatung.

Metode Pengendalian: Bungkus buah dengan kantong plastik yang bagian bawahnya diberi lubang supaya air tidak menggenang dikantong ataupun kertas sisa kantong semen dikala berdimensi sebesar telur puyuh.

Semprot tumbuhan dengan isektisida Thiodan 35 EC ataupun Supracid 40 EC dengan konsentrasi 2 cc/liter air tiap 2 minggu sekali dikala buah berukuran sebesar telur puyuh.

Serta di hentikan hampir satu bulan saat sebelum dipetik serta yang terakhir kumpulkan serta bakar buah yang jatuh supaya larva mati.

Serbuan Penyakit Busuk (Kanker batang)

Pemicu: Cendawan Phythothora. Indikasi Serbuan: Daun Menguning serta mengering. Pangkal Batang berwarna kecokelatan ataupun hitam

Metode Pengendalian: Pakai Fungisida bersifat sistemik Semacam Benlate ataupun anvil yang ditambahkan sedikit air, setelah itu poleskan ke pangkal batang dengan memakai kuas.


Pemanenan

Saat jambu air telah mulai berbunga, salah satu hama yang banyak melanda ialah lalat buah.

Lalat buah ini umumnya hendak melanda bunga yang telah berusia hampir 15 hari serta hendak membuat bunga jadi gugur ataupun buah jambu air menjadi busuk.

Untuk menanggulangi serbuan bunga jambu dari hama lalat buah, maka bunga perlu dicoba pembungkusan.

Bila nyatanya bunga telah terkena hama lalat, maka penindakanlah yang perlu dilakukan. Penindakan bisa dilakukan dengan memberikan fungisida dan insektisida dengan dosisi seperlunya.

Jambu air umumnya hendak berbuah 2 kali dalam setahun, ialah pada kisaran bulan Juni-Agustus serta November-Desember.

Panen bisa dicoba bila buah telah matang. Matangnya jambu air umumnya diisyarati dengan ukuran yang besar (cocok varietas), berganti dari hijau jadi kemerah-merahan (bergantung varietas).

Proses pemanenan dilakukan beberapa kali dengan metode petik pilih. Perihal ini dilakukan sebab jambu air tidak matang secara bersama-sama sehingga pemananenan cuma dilakukan pada jambu air yang matang.

Buat melindungi supaya jambu air dapat selalu fresh sedkit lebih lama maka lakukan penyimpanan pada lemari pendingin.

Pada budidaya jambu air memakai bibit cangkokan, jambu air bisa berbuah sehabis 8-12 bulan sehabis penanaman.

Walaupun buah tidak sangat banyak sebab ranting pula masih sedikit. Jambu air hendak mulai banyak berbuah kala telah tiba tahun ke 3 ataupun ke 4.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Jambu Air Cangkokan, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.