Cara Menanam Daun Katuk

Cara Menanam Daun Katuk – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menanam Daun Katuk. Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Contents

Cara Menanam Daun Katuk


Tidak senantiasa pekarangan rumah ditanami dengan tumbuhan hias yang sudah populer.

Kadang yang dipilih buat jadi penghuninya malah malahan tumbuhan yang terkesan biasa-biasa saja serta asing semacam tumbuhan katuk.

Alasannya tumbuhan katuk memiliki banyak keahlian serta manfaat. Kemudian, gimana metode budidaya katuk di pekarangan rumah supaya hasilnya optimal? Siapa sih yang tidak tahu dengan tumbuhan katuk?

Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus ini memanglah memiliki banyak khasiat serta hampir tiap bagiannya dapat digunakan.

Antara lain buat perona natural, mengobati cedera, menanggulangi wasir, menyembuhkan frambusia serta pelancar ASI.

Dikala ini dikenal terdapat 2 macam tumbuhan katuk, ialah katuk merah yang masih banyak ditemui di hutan-hutan serta katuk hijau yang saat ini dibudidayakan banyak orang di pekarangan rumah.

Sehingga Kamu juga harus mengenali metode budidaya katuk di pekarangan rumah bila berencana suatu saat mau berupaya membudidayakannya.

Manfaat Daun Katuk

  • Daun katuk pula bisa mencegah osteoporosis, kalsium yang ada di dalamnya lumayan baik, sesuai buat dimakan oleh para kalangan wanita yang tidak mau terserang osteoporosis kalsium sampai hampir 2,8%, besi kalium.
  • Efisien buat bisa melancarkan ASI untuk bunda yang tengah menyusui. Senyawa minyak esensial (saponin, flavooid, tanin, triterpenoid) beberapa asam amino, vit a, b, serta c dan mineral (kalsium, fosfor, zat besi) serta pula 7 senyawa aktif yang lain.
  • Memiliki efedrin yang sangat baik untuk pengidap influenza. Isi zat besi yang lumayan besar pastinya bisa menanggulangi indikasi pemyakit anemia.
  • Ada 7 senyawa aktif yang bisa memicu penciptaan hormon-hormon steroid serta senyawa eiksonoid.
  • Bagaikan sumber vit A yang dibutuhkan buat menghindari penyakit mata, perkembangan sel, sistem imunitas badan, serta reproduksi.
  • Daun katuk bisa memiliki nyaris hampir 7% protein serta serat agresif hingga 19%. Daun ini pula kaya hendak vit K. Tidak hanya pro-vitamin a (beta karoneta), b, serta c.
  • Daun katuk pula kaya hendak dari vit a, b1 serta c. Senyawa fitokimianya semacam tanin, saponin, serta alkaloid papaverin berpotensi bagaikan suatu bahan obat natural.
  • Menyehatkan mata, isi betakarotin yang besar serta vit a yang di yakini menolong menghindari kendala mata.
  • Baik buat kesehatan laki-laki. Dalam katuk ada zat aktif yang sanggup memicu sintesis hormon steroid semacam progestron, serta testoteron sehingga membangkitkan vitaslitas intim, serta memacu mutu serta kuantitas mani.
  • Kalsium yang sangat rendah bisa menimbulkan naikknya tekanan darah besar. Buat bisa mengatasinya, cobalah konsumsi daun katuk yang lumayan baik kandungan kalsiumnya.

Metode Menanam Daun Katuk

Mempersiapkan Lahan

Saat sebelum membudidayakan tumbuhan katuk, persiapkan terlebih dulu lahannya. Petani katuk umumnya banyak memakai sistem bedengan kala membudidayakan katuk ini.

Apabila lahan ataupun tanah tempat pembudidayaan katuk belum gembur, maka gemburkan dengan memakai cangkul. Sehabis digemburkan barulah lahan dibuat bedengan.

Bedengan yang baik merupakan yang berukuran tinggi 28 centimeter serta lebarnya 90-115 centimeter. Jarak antara bedengan satu dengan bedengan yang lain adalah 35 centimeter.

Sebaliknya panjang bedengan merupakan 10 meter ataupun dapat dikurangi sesuai dengan kebutuhan. Sehabis bedengan berakhir terbuat, berikutnya taburkan pupuk kandang. Serta lahan siap buat dijadikan bagaikan tempat pembudidayaan katuk.

Pemilihan Bibit

  • Bibit/tunas katuk diseleksi dari tumbuhan katuk yang tidak cacat, fresh, bebas hama, serta sehat. Usia induk bibit tunas katuk kira-kira 6-12 bulan.
  • Siapkanlah polybag. Gabungkan pupuk kompos/pupuk kandang serta tanah dengan proporsi 1:1 buat media tanam.
  • Media tanam dimasukkan ke dalam polybag. Sesuaikan dengan kebutuhan.
  • 1–2 batang bibit/tunas kantuk ditancapkan pada media tanam di polybag.
  • Bibit itu disiram 2 kali satu hari (pagi serta siang hari) hingga media tanam nampak lembab (cukup air).


Pemeliharaan Tumbuhan Katuk

Penyulaman Tumbuhan Katuk

Pada dikala melaksanakan penanaman mungkin ada saja pada tumbuhan yang tumbuhnya tidak sesuai dengan harapan semacam tidak berkembang dengan baik ataupun rusak.

Maka bisa melaksanakan penyulaman pada tumbuhan tersebut ditukar dengan bibit katuk yang baru, hendaknya penyulaman di jalani kala tumbuhan katuk berumur 2 sampai 4 minggu dari penanaman.

Penyiangan (Pembersihan Gulma)

Buat penyiangan bisa dicoba kapan saja tetapi yang jelas penyiangan ini wajib dicoba kala nampak terdapatnya gulma berkembang di dekat ataupun di zona lahan.

Pendangiran (Penggemburan Tanah)

Pendangiran memanglah di perlukan guna menjadikan tumbuhan jadi lebih sehat lagi.

Perihal ini dicoba buat mempermudah sistem aerasi serta pengendara oksigen dalam tanah ke pangkal tumbuhan terus menjadi mudah serta bagus.

Buat pendangiran dicoba dengan metode melaksanakan pencangkulan kecil ataupun penggemburan tanah di zona dekat pangkal, tetapi hati-hati jangan sampai terserang pangkal pada tumbuhan katuk.

Dengan begitu mempermudah air serta oksigen bisa diserap pangkal dengan baik.

Penyiraman

Dengan melaksanakan penyiraman secara teratur memakai air yang bersih.

Pemupukan

Dalam pemupukan pada tumbuhan kantuk memakai 2 tipe pupuk, ialah pupuk cair serta padat.

Pupuk cair yang di pakai bisa dari fermentasi air kencing ataupun kotoran ternak dengan metode menyemprotkan pada akar-akar katuk sehingga menaikkan mutu panen katuk nantinya.

Serta hendaknya buat pupuk padat yang dipakai bisa dari pupuk kandang semacam kotoran itik/ayam entok, karen memiliki faktor hara nitrogen (N) serta kalium (K) yang besar. Dengan begitu membuat tanam lebih hijau serta rimbun.

Pengendalian Hama Serta Penyakit

Pada biasanya hama serta penyakit yang kerap melanda pada tumbuhan ini yakni ulat hijau, jamur serta wereng gelap

Apabila yang melanda semacam ulat hijau hingga bisa mengambilnya secara manual serta memusanahkannya secara manual.

Pemanenan Daun Katuk

Katuk pula bisa dipanen sehabis berusia hampir 8 sampai 15 bulan sehabis penanaman. Umumnya katuk ini dijual per ikat dengan harga dekat Rp. 2.000 sampai Rp. 3.500/ikatnya.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Daun Katuk, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.