Cabai Gendol

6 min read

Cabai Gendol

Cabai Gendol – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Cabai Gendol. Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Cabai Gendol


Merendam Benih Cabai Habanero (Cabai Gendol)

Rendam biji Cabai Habanero (Cabai Gendol) dengan air hangat (temperatur 35-45C) sepanjang 3 jam dengan tujuan buat mematahkan masa dormansi benih (membangunkan benih sekalian memesatkan berkecambah).

Air yang digunakan buat merendam hendaknya air kemasan ataupun air matang (air yang telah direbus serta bisa diminum).

Sehabis berakhir direndam sepanjang 3 jam, berikutnya ambil biji/benih memakai saringan serta mencuci dengan air bersih (air matang).

Kemudian tiriskan/entaskan (perkenankan di hawa terbuka hingga kering sendiri, ataupun dapat pula diangin-anginkan (dihembuskan angin/kipas angin) supaya cepat kering), sehabis itu jalani proses berikutnya.

Catatan khusus: dikala akhir merendam benih/biji Cabai Habanero (Cabai Gendol), terdapat biji yang mengapung serta terdapat yang tenggelam.

Biji yang mengapung biasanya kecil peluangnya buat menghasilkan tunas (bukan berarti tidak dapat sama sekali).

Oleh sebab itu dikala meniriskan biji/benih, pisahkan benih yang mengapung serta yang tenggelam.

Ingat, mengapung ataupun tenggelamnya biji jangan dilihat dikala awal merendam, namun dilihat dikala akhir merendam.

Bila persediaan benih/biji kamu banyak, maka buang saja benih yang mengapung tersebut.

Tetapi bila kamu cuma mempunyai sedikit benih, jangan dibuang, tetap saja jalani proses berikutnya, sebab terdapat mungkin benih tersebut senantiasa bisa bertunas/berkecambah.


Penyemaian Benih Cabai Habanero (Cabai Gendol)

Persiapkan wadah semai (tempat buat penyemaian) yang bisa berbentuk nampan, tray, polibag, pot, kaleng sisa, dsb.

Yang butuh dicermati dalam pemakaian wadah semai merupakan bagian dasar wadah wajib diberi lubang seperlunya buat kelancaran perputaran air (supaya kelebihan airnya keluar dari wadah tersebut, sehingga media semainya tidak becek ataupun kelebihan air).

Dapat pula bagian samping dari wadah tersebut diberi lubang buat lebih memperlancar perputaran air.

Persiapkan media semainya yang bisa berbentuk kombinasi tanah, pasir ataupun sekam bakar, serta kompos ataupun pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1.

Di pasaran telah banyak ada media tanam tunggal (telah berbentuk kombinasi tanah dsb) yang dapat digunakan langsung buat menyemai benih tersebut.

Saat sebelum memakai media tanam yang dibeli di pasaran, hendaknya media tanam tersebut dibuka terlebih dahulu sepanjang 1 hari di tempat teduh/terbuka yang terlindung dari cahaya matahari langsung serta hujan.

Tujuannya buat mendinginkan hawa panas yang terdapat di dalam kemasannya, barulah setelah itu media tanam tersebut siap digunakan.

Yang terutama, pada dikala benih/biji Cabai Habanero (Cabai Gendol) dimasukkan ke media semai, media semainya wajib” gembur (tidak padat serta keras)”.

Sehingga pangkal bibit/benih yang hendak berkembang nantinya bebas menembus media semai tersebut.

Satu hari saat sebelum menebar benih Cabai Habanero (Cabai Gendol), masukkan media tanam ke wadah semai (tray/pot/polibag).

Berikutnya basahi terlebih dahulu media tanam, serta usahakan media tanam dalam keadaan gembur (tidak padat).

Setelah itu taburkan benih Cabai Habanero (Cabai Gendol) secara menyeluruh di permukaan media tanam dengan diberi jarak antar benih (artinya jangan menumpuk).

Kemudian tutup benih dengan media tanam tipis-tipis, sehingga posisi benih sedikit terbenam di media tanam tersebut.

Bila memakai tray khusus penyemaian, hendaknya tiap kotak cukuo diisi 1-2 benih/biji Cabai Habanero (Cabai Gendol).

Sehabis itu, siram dengan semprotan air yang halus (hendaknya memakai perlengkapan sprayer).

Tutup wadah semai memakai plastik bening yang diberi 3-7 lubang kecil, sehingga kelembaban media semai/tanam lebih terpelihara.

Bila media semainya (tanahnya) kering, maka semprotkan dengan air halus. Triknya, buka terlebih dahulu plastiknya baru disiram serta tutup kembali.

Kala nanti telah timbul tunas ataupun berkecambah, maka buka tutup plastik tersebut serta jangan ditutupi lagi dengan plastik.

Letakkan wadah persemaian di tempat cerah ialah tempat yang terserang cahaya matahari langsung tetapi bebas dari guyuran hujan, misalkan di dekat jendela kaca, ataupun di teras rumah yang terlindung dari hujan langsung.

Baca Juga:  Manfaat Wortel

Jalani perawatan persemaian yang meliputi penyiraman, penjarangan bibit, dan penangkalan hama serta penyakit.

Bibit di persemaian wajib memperoleh air yang lumayan serta teratur buat pertumbuhannya, sehingga persemaian butuh dilindungi supaya tidak kering serta tidak sangat basah.

Triknya disemprot dengan semprotan air yang halus (pakai perlengkapan spray), dicoba 1-2 kali satu hari (pagi serta sore) bergantung kondisinya.

Bila keadaan media tanamnya lembab, penyemprotan air lumayan sekali satu hari, apalagi cukup 2 hari sekali. Kelebihan penyiraman cenderung lebih berakibat negatif dibanding kekurangan penyiraman.

Umumnya dalam waktu 3-9 hari benih/biji Cabai Habanero (Cabai Gendol) telah menghasilkan tunasnya (berkecambah).

Waktu yang diperlukan tiap-tiap benih Cabai Habanero (Cabai Gendol) buat bertunas memanglah tidak seragam, sebab tergantung dari mutu tiap-tiap benih, dan area/keadaan di dekat tiap-tiap benih tersebut.

Bila tempat persemaian tidak memakai tray khusus, maka perhatikan bibit yang berkembang, apakah sangat rapat ataupun tidak.

Bila sangat rapat (hampir menumpuk antar benih), maka jalani penjarangan, ialah pindahkan benih yang sangat rapat ke tempat lain sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penimbunan.

Penyakit yang kerap melanda bibit yang baru berkembang merupakan busuk daun serta busuk pangkal.

Penangkalan dicoba dengan metode melindungi persemaian tidak sangat basah dan menyemprot dengan pestisida yang cocok.

Pada biasanya, apabila kelebihan penyiraman, maka daun hendak mulai menguning dari bagian dasar. Seandainya terjadi demikian, maka lekas hentikan penyiraman.

Kebalikannya, apabila kekurangan penyiraman, maka daun hendak nampak layu, setelah itu mulai kering serta kesimpulannya rontok.

Jadi kala daun nampak layu, berarti kurang penyiramannya, serta kala daun menguning berarti kelebihan penyiraman.

Sehabis bibit Cabai Habanero (Cabai Gendol) berkembang lumayan besar (mempunyai 3-4 helai daun), maka bibit tersebut dipindahkan ke media tanam (tempat menanam yang dipersiapkan).


Penanaman Bibit Cabai Habanero (Cabai Gendol)

Bila tempat/wadah buat menanam Cabai Habanero (Cabai Gendol) memakai polibag/pot hingga polibag/pot wajib diberi lubang di bagian bawahnya serta membuat sedemikian rupa supaya bagian bawahnya tidak memegang tanah, sehingga air tidak sangat lama berdiam di di dalam polibag (bisa mengalir keluar).

Buat mudahnya, saat sebelum diberi media tanam (tanah), masukkan terlebih dahulu batu-batu kecil (ataupun pecahan-pecahan batu) ke dalam polibag/pot.

Batu-batu tersebut berperan bagaikan penyangga media tanam sekalian menghindari tersumbatnya lubang drainase.

Setelah itu barulah isi polibag/pot dengan media tanam sampai 75%-85% bagian dari polibag/pot (maksudnya jangan hingga penuh).

Media tanam yang digunakan bisa berbentuk kombinasi tanah, pasir ataupun sekam bakar, serta kompos ataupun pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1.

Di pasaran telah banyak ada media tanam tunggal (telah berbentuk kombinasi tanah dan sebagainya) yang dapat digunakan langsung buat menyemai benih tersebut.

Saat sebelum memakai media tanam yang dibeli di pasaran, hendaknya media tanam tersebut dibuka terlebih dahulu sepanjang 1 hari di tempat teduh/terbuka yang terlindung dari cahaya matahari langsung serta hujan.

Tujuannya buat mendinginkan hawa panas yang terdapat di dalam kemasannya, barulah setelah itu media tanam tersebut siap digunakan.

Yang terutama, pada dikala bibit Cabai Habanero (Cabai Gendol) dimasukkan ke media tanam, media tanamnya wajib” gembur (tidak padat serta keras)”.

Sehingga pangkal bibit/benih yang hendak berkembang nantinya bebas menembus media tanam tsb.

Satu hari saat sebelum mulai menanam ataupun mulai memindah bibit tumbuhan, masukkan terlebih dahulu media tanam ke wadah tanam (polybag, pot, kaleng sisa, dan sebagainya).

Setelah itu siram dengan sedikit air supaya media tanam jadi lembab, serta usahakan supaya media tanam dalam keadaan gembur (tidak padat).

Buatlah terlebih dahulu lubang pada media tanam (tanah) di polibag/pot terkait. Lubang tersebut digunakan buat meletakkan/menanam bibit yang sudah disemai.

Pindahkan bibit tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) dari persemaian yang sudah mempunyai 3-4 helai daun.

Pemindahan dicoba satu persatu serta pelan-pelan (hati-hati) supaya tidak terjalin kehancuran pada pangkal yang masih lemah.

Triknya, ambil/angkat bibit dengan mengikutsertakan tanah di dekat akarnya. Buat mengambil/mengangkut bibit tsb dapat memakai sendok ataupun sekop kecil/ besar.

Setelah itu masukkan bibit Cabai Habanero (Cabai Gendol) beserta tanah di sekitarnya ke lubang yang sudah disiapkan. Tambahkan media tanam (tanah) di dekat bibit tersebut.

Bibit wajib timbul di permukaan tanah dengan posisi tegak ke atas, bila kesusahan buat ditegakkan, maka tekan sedikit tanahnya sedemikan rupa sehingga bibit tersebut bisa berdiri tegak.

Baca Juga:  Cara Merawat Kucing Angora

Sehabis ditanam, semprot/siram dengan sedikit air (pakai spray/penyemprot air yang halus).

Tempatkan tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) di posisi cerah yang terserang matahari langsung tetapi tidak terserang guyuran hujan.

Sehabis timbulnya tunas baru (berkembang daun baru) serta tumbuhan dikira telah kuat, tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) dikira sudah siap, serta berikutnya pot/polibag bisa ditempatkan di posisi terbuka.

Cabai Gendol


Merawat Tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol)

Perawatan tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) meliputi penyiraman, pemupukan, pemasangan ajir/penyangga, penyulaman, pengendalian hama serta penyakit tumbuhan.

Penyiraman tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) sebaiknya dicoba dengan hati-hati supaya tumbuhan tidak rusak, baik daun ataupun batangnya.

Bila media tanamnya gampang kering, maka frekuensi penyiraman hendaknya 2 kali satu hari, ialah pagi serta sore.

Bila media tanamnya cenderung lembab,maka penyiraman lumayan dicoba satu kali satu hari, pagi ataupun sore.

Hendaknya tidak melaksanakan penyiraman di siang hari, sebab bisa memunculkan kelayuan pada tumbuhan.

Pemupukan tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) dicoba dengan dosis serta metode pemakaian pupuk yang disesuaikan dengan petunjuk pada kemasan tiap-tiap pupuk.

Pemasangan ajir (penyangga penegak) diperlukan tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol)

Ajir merupakan perlengkapan penegak/penyangga/perambat yang dibuat dari batang/bilah bambu ataupun kayu ataupun kawat ataupun bahan yang lain.

Yang berperan bagaikan tempat bersandar tumbuhan, penyangga batang yang lemah, pula tempat rebahan/merambatnya tumbuhan.

Ajir hendaknya dipasang sehabis tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) berkembang hampir 16-22 centimeter.

Jarak ajir dengan tumbuhan hampir 6-10 centimeter. Pemasangan ajir yang terlambat hendak menyebabkan pangkal tumbuhan rusak.

Dengan terdapatnya ajir, maka tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) berkembang cocok dengan arah ajir tersebut.

Kala tumbuhan telah lumayan besar ataupun panjang, maka lekas ikat longgar tumbuhan ke ajir memakai tali rafia di sebagian bagian.

Apabila bibit tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) berkembang tidak sempurna ataupun rusak ataupun mati, maka lekas jalani penyulaman (tanam kembali) dengan bibit Cabai Habanero (Cabai Gendol) yang lain (bila ada).

Apabila di dekat tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) berkembang gulma, maka jalani penyiangan dengan mencabuti gulma tersebut, pula sekalian gemburkan tanah di dekat tumbuhan.

Jalani pembumbunan pada tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol), paling utama bila tanah di dekat tumbuhan mulai tergerus, ataupun terdapat pangkal tumbuhan yang timbul ke permukaan tanah. Pula kala tumbuhan tumbuhnya agak miring (tidak tegak).

Pengendalian Hama Tumbuhan

Hama tumbuhan antara lain trips, kutu daun, tungau, kutu kebul, ulat gerayak, tersebut. Kesempatan timbulnya hama tumbuhan ini hendak terus menjadi besar pada masa kemarau.

Apabila satu tumbuhan terserang hama serta dibiarkan, maka dengan cepat tumbuhan yang lain pula terserang hama tersebut, sehingga jangan dibiarkan.

Buat menanggulangi perihal tersebut, jalani pengendalian dengan metode menyemprotkan insektisida buat hama serangga serta akarisida buat tungau, tiap minggu sesuai dosis, bila dibutuhkan.

Pengendalian Penyakit Tumbuhan

Penyakit tumbuhan antara lain rebah kecambah, layu kuman, layu (fusarium), antraknosa, busuk daun (choanephora), hawar phytophora, bintik daun (cercospora), bintik kuman, busuk lunak kuman, keriting kuning, dan sebagainya.

Serbuan penyakit tertentu yang diakibatkan oleh cendawan serta kuman hendak terus menjadi besar pada musim hujan.

Semacam halnya dengan hama, apabila satu tumbuhan terserang penyakit serta dibiarkan, maka dengan cepat tumbuhan yang lain pula terserang penyakit tersebut, sehingga jangan dibiarkan.

Buat menanggulangi perihal tersebut, jalani pengendalian dengan metode menyemprotkan fungisida tiap minggu sesuai dosis, bila dibutuhkan. Petunjuk dosisnya ada pada kemasan fungisida terkait.


Panen Cabai Habanero( Cabai Gendol)

Panen Cabai Habanero (Cabai Gendol) telah bisa dicoba 60-90 HST (Hari Sehabis Tanam).

Waktu yang diperlukan tiap-tiap tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) buat panen awal memanglah tidak seragam.

Sebab tergantung dari mutu tiap-tiap benih dini, area/keadaan di dekat tiap-tiap benih pada dikala bertunas serta berkembang, dan perawatan pada tiap-tiap tumbuhan Cabai Habanero (Cabai Gendol) tersebut.

Demikian ulasan mengenai Cabai Gendol, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.

Cara Membuat Bibit Brokoli

admin
1 min read

Menanam Kiwi Di Dataran Rendah

admin
2 min read

Daun Semangka Kuning

admin
2 min read