Budidaya Kacang Tunggak

3 min read

Budidaya Kacang Tunggak

Budidaya Kacang Tunggak – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Budidaya Kacang Tunggak. Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Budidaya Kacang Tunggak


Kacang tunggak atau Vigna unguiculata adalah sejenis legum yang diperkirakan berasal dari Afrika Tengah dan Barat.

Kacang tunggak memiliki nama lain, antara lain kacang tolo, kacang polong selatan, kacang polong, lubia, niebe, coupe, dan frijole.

Klasifikasi Ilmiah

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Spermatophyta
  • Subdivisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledoneae
  • Pesanan: Rosales
  • Keluarga: Leguminoceae / Papilionidae
  • Genus: Vigna
  • Spesies: Vigna unguiculata

Kacang tunggak atau kacang tolo banyak dibudidayakan. Ada 2 jenis kacang tunggak yang sering dibudidayakan.

Yaitu kacang tunggak dengan buah berkulit hijau dan berbiji persegi serta kacang tunggak dengan buah berujung merah dengan biji bulat (jenis ini sering disebut kacang dadap atau tolo).

Kacang tunggak memiliki 3 jenis pertumbuhan yaitu tegak, semi tegak dan tertinggal.

Tanaman kacang tunggak ini memiliki bunga dengan tangkai yang panjang dengan sekitar 4 sampai 6 unit bunga yang tersusun secara bergantian.

Persyaratan Tumbuh

Kacang tunggak dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian mencapai 1.500 mdpl dengan suhu sekitar 20 °C-25 °C.

Dan tanah di darat memiliki derajat keasaman atau pH sekitar 5,5 hingga 6,5. Curah hujan yang diinginkan sekitar 600 sampai 1.500 mm / tahun.


Cara menanam kacang tunggak

Persiapan lahan tanam

Lakukan budidaya tanah, yaitu sekitar 2 minggu sebelum tanam dengan cara mencangkul. Antara persiapan lahan pertama dan persiapan lahan kedua dilakukan dengan jeda waktu seminggu.

Setelah pengolahan tanah selesai dibuat, selanjutnya siapkan peta tanam dengan ukuran sekitar 5 × 5 meter dengan jarak antar celah sekitar 0,5 meter dan jarak tanam 50 x 20 meter.

Penanaman kacang tunggak

Tanaman kacang tunggak ditanam dengan cara membuat lubang, setiap lubang tanam diisi 2 biji.

Baca Juga:  √ Ilmu Cara Menanam Timun yang Baik dan Benar (Panduan Lengkap)

Jangan lupa, sebelum menanam untuk melindungi bibit, setiap lubang tanam diberi Furadan 3G. Setelah seminggu setelah tanam, lakukan penyulaman.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk Urea, KCl dan TSP dengan dosis masing-masing 100 kg / ha, 100 kg / ha dan 200 kg / ha.

Semua pupuk KCl dan TSP diberikan pada saat tanam, sedangkan pupuk Urea diberikan sebagian pada saat tanam dan sebagian lagi pada saat tanaman berumur sekitar 1 bulan.

Budidaya Kacang Tunggak


Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, pengairan, mulsa, penyiangan, pemupukan susulan dan pengendalian hama:

Penyulaman

Penyulaman dilakukan sedini mungkin, maksimal 15 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan terlebih dahulu dengan membuat lubang tanam baru pada lubang bekas.

Kemudian masukkan 1-2 biji kacang tunggak ke dalam lubang tanam sambil menutupinya dengan tanah tipis.

Irigasi

Meskipun tanaman kacang tunggak tahan terhadap kondisi kering, namun tetap membutuhkan air tanah yang cukup pada tahap vegetatif dan pertumbuhan awal.

Jika tidak turun hujan, yang terbaik adalah mengairi minimal 2 kali selama penanaman. Pengairan dapat dilakukan dengan sistem di-leb atau dengan menyiram tanah hingga cukup basah (lembab).

Pemulsaan

Jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah (mulsa) pada pertanaman kacang tunggak.

Mulsa selain dapat menekan pertumbuhan gulma, juga dapat menjaga kelembaban tanah dan kelembaban tanah, mengurangi penguapan air tanah, dan menjadi bahan organik untuk kesuburan tanah.

Mulsa jerami dipasang dengan menempatkannya setebal 5 cm secara merata di atas permukaan tanah. Mulsa jerami harus dilakukan segera setelah tanam.

Pemupukan lanjutan

Respon tanaman kacang tunggak terhadap pemupukan nitrogen (N) sangat tinggi. Pemberian pupuk N yang berlebihan.

Terutama pada tanah subur dapat menyebabkan bakteri Rhizobium yang semula saling bersimbiosis berubah menjadi simbiosis parasititis yang menyebabkan produksi kacang tunggak menurun.

Untuk meningkatkan kesuburan tanaman kacang tunggak diperlukan pupuk tambahan.

Dosis dan jenis pupuk dasar yang diberikan adalah Urea 50kg / hektar.  Urea diberikan dua kali yaitu 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam.

Pemupukan dilakukan terlebih dahulu dengan membuat parit dangkal di antara barisan tanaman kacang tunggak, kemudian disebarkan secara merata ke dalam parit, dan ditutup kembali dengan tanah tipis.

Baca Juga:  Cara Merawat Bonsai Serut
Penyiangan

Gulma (gulma) yang tumbuh di areal kacang tunggak (lahan) akan menjadi pesaing dalam memperoleh unsur hara, air dan sinar matahari.

Gulma gulma dengan cara mencabutnya dengan tangan atau menggunakan inti, kemudian menguburnya dalam lubang di tanah atau membuangnya di tempat pengumpulan sampah.

Pada saat tanam dilakukan penyiangan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam. Kegiatan penyiangan biasanya dilakukan bersamaan dengan pemupukan.

Perlindungan Tanaman

Perlindungan tanaman diarahkan untuk mengendalikan hama dan penyakit. Prinsip perlindungan tanaman adalah mempraktikkan kontrol terintegrasi. Komponen kontrol terintegrasi adalah sebagai berikut:

  • Perawatan benih sebelum tanam dengan pestisida selektif.
  • Perbaiki drainase tanah dengan membuat parit atau saluran di antara bedengan atau di antara yang dipetakan.
  • Mulsa jerami.
  • Pemupukan seimbang sesuai dosis anjuran.
  • Pemantauan tanaman (monitoring) secara kontinyu (berkala).
  • Penyemprotan pestisida bila ditemukan hama dan penyakit yang berada di atas ambang ekonomi atau ambang kendali

Memanen kacang tunggak

Umumnya kacang tunggak digunakan untuk sayuran sehingga kacang ini dipanen dalam bentuk polong yang masih muda.

Pemanenan ini bisa dilakukan bertahap atau setelah beberapa hari karena tanaman ini tidak berbuah secara bersamaan.

Pemanenan dapat dilakukan secara langsung yaitu memetik dengan tangan tanpa harus menggunakan alat dan pemanenan dapat dilakukan pada pagi hari.

Selain polongnya, bagian tanaman kacang tunggak lainnya seperti daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Jika polong ditujukan untuk benih, maka dapat dipanen setelah 60-65 hari setelah berbunga.

Demikian ulasan mengenai Budidaya Kacang Tunggak, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.