9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik

Posted on

9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik – Bayam adalah salah satu jenis tanaman yang ada di Indonesia, dan memiliki dua jenis spesies yaitu bayam cabut atau petik dan bayam merah. Tidak jarang bayam dijadikan sebagai sayuran favorit karena bayam yang segar dapat dijadikan makanan yang menyehatkan.

Bayam merah juga tidak kalah loh dengan bayam pada umumnya, yakni memiliki kandungan gizi yang bahkan lebih baik. Adapun kandungan yang terdapat di dalam bayam adalah  zat besi, Kalori,Protein,Lemak, Kalsium,Karbohidrat,Serat,Vitamin C, dan Antioksida. Selain itu bayam juga dapat bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Untuk mengetahui cara budidaya bayam merah dengan hasil terbaik, berikut akan dijelaskan oleh Berkebun. Simak penjelasannya sebagai berikut:

9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik

Adapun cara budidaya bayam merah aadalah:

1. Siapkan Lahan Tanaman

Bayam merah akan tumbuh subur pada daerah yang bersuhu kurang lebih 16 hingga 20 derajat celcius dengan kesamaan tanah kurang lebih 6-7. Kemudian usahakanlah tanah yang akan ditanami adalah tanah humus dan terhindar dari angin yang cukup kencang.

Terlebih dahulu gemburkan tanah dengan menggunakan pacul atau sekop, kemudian campurkan pupuk organik saat proses penggemburan tanah berlangsung. Kemudian buatlah bedengan pada lahan tanam dengan ukuran kurang lebih 100-200 cm dan lebar 30 cm, sedangkan untuk tinggi menyesuaikan dengan ukuran panjang lahan tanam. Berilah jarak sekitar 30 cm untuk drainase lahan tanam.

2. Siapkan Benih Bayam Merah

Selanjutnya siapkan benih bayam merah, dan pilihlah benih bayam yang kering jika anda membelinya di toko tanaman. Jika mendapatkan dari bayamnya langsung, maka pilihlah bunga bayam merah yang benar-benar sudah tua. Jemurlah bunga bayam di bawah panas sinar matahari penuh dan pisahkanlah bijinya.

Baca Juga:  √ Cara Menanam dan Perawatan Semangka (Panduan Lengkap)

3. Penyemaian

Kemudian melakukan penyemaian. Langkah-langkahnya adalah sediakan media semai seperti polybag atau tray semai, kemudian campurkan tanah, pupuk organis dan sekam dengan perbandingan 2:1:1 secara merata. Isi polybag atau tray semai dengan tanah campuran tersebut. Sebarkan benih bayam merah ke atas polybag dan tutup dengan tanah campuran tipis saja.

Siramlah menggunakan metode spray setiap hari sebanyak dua kali sehari saat pagi dan sore hari. Letakkanlah pada tempat yang kiranya teduh. Untuk penyiraman pastikan bahwa tanah lembapnamun jangan sampai basah.

4. Cara Penanaman Bibit Bayam merah

Setelah benih bertunas, dan memiliki ukuran hingga 3 sampai 6 cm maka bibit tersebut sudah layak untuk ditanam. Langkah-langkah menanam adalah perhatikan bibit atau tunas yang akan di tanam dalam kondisi yang baik-baik saja. Buat lubang tanaman menggunakan sekop kecil dengan jarak 10 hingga 15 bcm setiap lubang,

Pastikan lubang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, cukup untuk menanam bibit baya merah.Ambil bibit bayam merah dari polybag atau tray semai dengan hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Kemudian goyang sedikit agar tanah yang melekat sedikit terbuang dan masukkan bibit bayam merah ke dalam lubang tanaman. Tutupilah tanaman tersebut dengan menggunakan campuran pupuk tipis saja dan padatkan agar tanaman dapat berdiri tokoh.

Selain itu, anda dapat melapisi tanah dengan bedengan dengan menggunakan mulsa organik seperti jerami ataupun mulsa plastik berukuran gelap untuk mencegah gulma sehingga tidak perlu melakukan penyiangan yang berlebih.

5. Cara Perawatan Bayam Merah

Penyiraman dan pemupukan harus dilakukan secara teratur. Selain itu, tanaman bayam juga perlu mendapatkan pestisida agar terhindar hama ulat dan kutu daun. Dan penyakit rebah kecambah, busuk daun, dan karat putih. Bayam akan tumbuh lebih cepat ketika musim penghujan.

Baca Juga:  Cara Menanam Tomat : Pembibitan, Alat, Perawatan Dan Proses Panen

6. Proses Penyiraman Bayam Merah

Siramlah bayam merah setiap sehari dua kali, yaitu pagi dan sore hari dengan menggunakan air yang dicampur pupuk cair selama 1 minggu setelah masa tanam agar tanaman tumbuh subur. Setelah itu barulah bisa memulai penyiraman dengan menggunakan air biasa hingga masa panen tiba.

7. Proses Pemupukan Bayam Merah

Untuk pemupukan bayam merah, lakukanlah setiap 2 sampai 3 minggu sekali menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Selain itu, ada juga bisa menyambi melakukan penyiangan di sekitar lahan tanam dan sedikit menggebur-geburkan tanah agar pupuk mudah diserap akar bayam merah.

8. Penanggulangan Hama

Waspadalah dengan hama yang sering menganggu kesuburan tanaman bayam, anda bisa menggunakan obat insektisida secukupnya dan jika bayam terserang hama jamur, maka anda bisa menggunakan fungisida untuk mengatasinya.

Semprotkan pada bagian daun tanaman ataupun batangnya. Kemudian jika bayam merah sudah cukup usia untuk dipanen maka dapat dihentikan proses pemupukan seminggu sebelumnya.

9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik
9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik

9. Proses Panen Bayam Merah

Ciri bayam yang sudah siap panen adalah memiliki daun yang banyak dan memiliki ukuran yang besar dan cenderung sama. Bayam merah yang siap panen juga memiliki tinggi sekitar 20 hingga 30 cm. Anda bisa langsung mencabutnya sampai akar atau hanya memetik sebagian daunnya saja. Lakukan dengan kehati-hatian jika mencabutnya, agar tanaman lain tidak rusak. Sedikit saran, agar lebih awet dan terjaga kesegarannya, potonglah akar tanaman dan semprot dengan sedikit air.

Demikianlah penjelasan mengenai 9 Cara Budidaya Bayam Merah dengan Hasil Terbaik. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂