Cara Perawatan dan Budidaya Semut Jepang

3 min read

Cara Perawatan dan Budidaya Semut Jepang

Cara Perawatan dan Budidaya Semut Jepang – Hai sobat berkebun.co.id, kali ini kita akan membahas tentang Budidaya Semut Jepang . Yang mana pada kesempatan kali ini akan di bahas secara singkat dan padat melalui artikel berikut ini :


Cara Perawatan dan Budidaya Semut Jepang


Semut yakni serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12. 000 spesies, dan salah satunya Semut Jepang.

Semut Jepang di sebut pula oleh masyarakat Kumbang Mekah maupun Kutu Jepang. Sejatinya, semut jepang bukanlah semut namun yakni kumbang.

Semut Jepang tergolong hewan Tenebrio Molitor mempunyai sebagian siklus fase kehidupan( Metamorfosa) yang melalui proses mulai dari telur, sehabis itu menetas jadi larva( ulat) dan sehabis mencapai ukuran maksimal.

Larva hendak berubah jadi pupa( kepompong), fase kepompong berkisar sejauh satu minggu hingga jadi serangga berumur yakni Semut Jepang( Tenebrio Molitor).

Masyarakat jepang biasa menyebut semut ini dengan‘ Ari’ dengan arti secara harfiah berarti“ serangga kesetiaan“ dan telah jadi primadona buat penyembuhan tradisional bermacam penyakit, semacam jantung, diabetes, stroke.

Semut Jepang yang memiliki sebutan‘ Ari’ oleh masyarakat jepang tampaknya dipercaya memliki banyak manfaat buat tubuh manusia.

Semut Jepang sendiri digolongkan bagaikan serangga yang setia buat masyarakat Jepang karena kesetiaan mereka terhadap teman satu kelompok.

Semut Jepang sebetulnya memiliki lebih dari 150 jenis di antara lain‘ Pachyondyla Pilosior’,‘ Losius Talpa’,‘ Polyergus Samurai’,‘ Stenamma Owatoni’, dan masih banyak lagi.

Tetapi dari sekian ratus jenis semut Jepang, karakteristik– ciri mereka bisa dibilang seragam dan sangatlah mirip.


Ciri  Karakteristik Semut Jepang

  • Berbadan Keras bukan lunak semacam semut umumnya.
  • Hidup berkelompok( Koloni).
  • Suka bereproduksi
  • Tidak Agresif
  • Memiliki 3 pasang kaki dan sepasang antena pada tubuhnya.
  • Memiliki 4 fase pergantian raga dari telur hingga berumur.
  • Bersayap tetapi tidak dapat terbang.( Sayap semacam kumbang).

Langkah Cara Budidaya Semut Jepang

Ada sebagian langkah yang perlu Kalian ikutin dengan cermat demi memperoleh hasil yang di idamkan.

Caranya dapat dikatakan simpel, hanya saja Kalian harus mendengarkan banyak detail kecil karena kesalahan sedikit saja dapat membuat semut jepang ini tidak bisa berkembang biak sebagaimana mestinya.

  • Peralatan dan Bahan

Peralatan dan bahan ini mencakup tempat pembudidayaan beserta seluruh komponen pendukung di habitat buatannya biar semut jepang dapat hidup sehat dan dapat berkembang dengan kilat.

Baca Juga:  Cara Sukses Budidaya Jali Untuk Pemula

Pastikan Kalian membudidayakannya di tempat dengan temperatur yang lagi, tidak sangat dingin dan tidak sangat panas, kira- kira memiliki temperatur dekat 30 derajat Celsius.

Jangan terletak di sinar matahari langsung dan jauhkan dari tempat- tempat yang mudah digapai hewan lain karena bisa mengusik.

Siapkan wadah yang digunakan bagaikan tempat hidup. Wadah dapat berupa toples ataupun baskom dengan tutup yang mana harus dilubangi buat perputaran hawa biar semut jepang pula dapat bernafas.

Ukuran wadah disesuaikan dengan kebutuhan Kalian. Ukuran yang kecil dapat memudahkan Kalian buat penjualan nantinya karena mudah buat dibawa, hanya saja jumlahnya tidak begitu banyak.

Namun begitu tidak jadi kasus karena ukuran semut jepang yang sebetulnya berupa kumbang ini tidak sangat besar, kecuali sudah beranjak jadi berumur.

Siapkan kapas seperlunya buat pendukung habitatnya. Kapas yang digunakan cukup berupa kapas bayi yang murah dan tidak mempunyai bahan kimia karena dapat membahayakan kelangsungan hidupnya.

Siapkan ragi tape maupun roti dengan tata cara membelinya di pasar maupun toko kue terdekat bagaikan bahan santapan semut jepang ini.

Siapkan jarum maupun besi ataupun solder yang hendak digunakan buat melubangi toples, sesuaikan dengan tingkatan kekerasan bahan toples.

Lubang yang hendak dibuat kecil saja namun banyak, jangan sampai sangat besar karena semut jepang yang masih kecil dapat keluar dari habitatnya.

  • Mempersiapkan Bibit Semut Jepang

Bibit yang dipilih haruslah bermutu, namun memanglah sulit buat memandang mana bibit yang bagus karena itu belilah di tempat yang terpercaya.

Bibit semut jepang harus sehat dengan mendengarkan aktivitas geraknya apabila membolehkan.

Belilah dalam jumlah yang sesuai tergantung berapa wadah yang Kalian siapkan sebelumnya. Buat 1 toples, Kalian cukup memasukkan 10- 20 bibit semut jepang nantinya.

  • Pembudidayaan

Lubangi tutup toples kurang lebih 15- 20 lubang maupun sesuaikan dengan ukuran tutup. Jangan sangat besar karena dapat memperbesar bisa jadi semut jepang kecil dapat keluar.

Pastikan lubang ini betul- betul baik buat perputaran hawa.

Masukkan seluruh komponen pendukung pada habitat yakni kapas seperlunya ke dalam toples.

Kapas dimasukkan hingga setengah ukuran toples saja, dan ini berguna buat perkembangbiakan telur dan larva semut jepang nantinya karena tempatnya empuk, nyaman, dan tidak membahayakan.

Masukkan bibit semut jepang yang sudah disiapkan, cukup 10- 20 bibit saja masing- masing toples buat ukuran toples lagi.

Apabila relatif kecil, sampai kurangi jumlahnya, karena jumlah yang sangat banyak di dalam tempat yang kecil hendak membuat aktivitasnya tidak leluasa dan merasa tidak nyaman.

Masukkan satu buah ragi tape ke dalamnya buat persediaan santapan. Apabila Kalian mengenakan roti, sampai potonglah kecil- kecil dan masukkan seperlunya.

  • Perawatan

Penjaannya dapat dikatakan pula tidak sulit, walaupn Kalian harus mendengarkan santapan dan kondisi zona saja biar tetap sesuai dengan perkembangbiakan

Baca Juga:  Cara Menanam Serai : Menanam, Perawatan Dan Panen

Ragi tape pada umumnya cukup diberi sekali buat 3 hari saja, namun Kalian perlu menyesuikan terhadap kondisi semut jepang tersebut.

Apabila memanglah sudah sangat sedikit maupun habis, Kalian boleh meningkatkannya kembali. Jangan menaruh santapan di dalam toples dalam jumlah banyak sekaligus. Mengenai ini malah dapat mengusik habitat semut jepang.

Apabila kapas sudah terlihat kotor dan kumal, sebaiknya Kalian lekas mengubahnya dengan kapas baru nyatanya secara hati- hati.

Jangan sampai menyakiti semut jepang dan buatnya jadi tekanan benak, karena dapat mengusik keselamatannya.

Tetap perhatikan zona dekat toples tersebut. Jangan biarkan toples terletak dalam temperatur yang panas karena dapat membuat semut jepang mati.

Tidak cuma panas, hindarkan toples dalam keadaan lembab, karena bisa memunculkan habitat menjamur.

Buat menghindarkan toples dari jangkauan hewan lain semacam halnya semut, cicak, kecoa, dan sebagainya sampai tambahkan kapur di sekelilingnya apabila diperlukan.

Jangan diusik ataupun banyak suara dari luar toples dan biarkan semut jepang tetap nyaman dalam habitatnya.

Apabila tidak, malah semut jepang hendak tekanan benak dan berupaya menjauh dari sumber hambatan tersebut.

Namun karena toples ditutup dan tidak bisa keluar, semut jepang ini hendak terus jadi tekanan benak dan bisa menimbulkan kematian.

Apabila perkembangbiakan semut jepang ini sudah sangat besar dan mulai memenuhi toples, sampai sebaiknya lekas pindahkan sebagian ke dalam toples baru dengan tata tata cara penyusunan yang sama semacam sebelumnya.

Mengenai ini sangat berarti guna mendengarkan kenyamanan semut jepang biar lebih bebas bergerak dan tidak menindih satu sama lain, spesialnya apabila masih ada telur dan larva yang rentan mati.

Cara Perawatan dan Budidaya Semut Jepang

  • Masa Panen

Masa panen semut jepang ini relatif kilat karena dalam kurun waktu 2 bulan saja, biasanya populasi semut jepang dapat bertambah dengan rentang 3- 6 kali lipat dari sebelumnya.

Namun, Mengenai ini pula tergantung dengan perawatan yang Kalian lakukan terhadapnya.

Demikian ulasan mengenai Budidaya Semut Jepang, yang dapat dijelaskan secara singkat dan terperinci oleh Berkebun.co.id, mudah–mudahan bermanfaat bagi anda yang membacanya, selamat mencoba semoga sukses dan terimakasih.